Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Pound sterling mendapat minat beli setelah rilis data GDP bulanan Inggris lebih tinggi dari ekspektasi untuk Februari. ONS melaporkan pertumbuhan 0,5% MoM, di atas proyeksi 0,1%, dan revisi Januari dari 0% ke 0,1%. Kondisi ini memberikan dukungan bagi sterling di pasar valuta asing dan memicu pergerakan positif terhadap dolar AS, dengan GBP diperdagangkan sekitar 1.3580 saat sesi Eropa berlangsung.
Data Industrial Production Februari menunjukkan lonjakan sebesar 0,5% dibandingkan proyeksi 0,2%, menambah ekspektasi positif terhadap momentum ekonomi. Namun Manufacturing Production mengalami kontraksi 0,1% MoM meski jajaran data mulai menguat secara keseluruhan. Revisi Januari turut mengangkat gambaran pertumbuhan sehingga para analis lebih yakin pemulihan berlanjut di kuartal mendatang.
Di tengah lonjakan data domestik, dolar AS menjadi sasaran penjapangan karena optimisme atas potensi gencatan yang permanen antara AS dan Iran. Indeks dolar DXY stabil di sekitar 98,00 dengan terendah enam minggu di 97,83 pada sesi Asia. Pasar tetap mencermati dinamika geopolitik yang dapat membentuk arah jangka pendek bagi pasangan mata uang utama.
Harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran bisa mencapai gencatan senjata permanen memberi daya dorong bagi aset berisiko dan melemahkan dolar. DXY menguji support di level sekitar 98,0 dan mencatat level rendah enam minggu di 97,83 sepanjang perdagangan Asia. Sentimen ini menambah dinamika di pasar forex yang mencoba menilai implikasi jangka pendek bagi pasangan utama.
Komunikasi publik dari pejabat Washington menambah optimisme bahwa konflik dapat mereda lebih cepat. Trump yang memberi komentar kepada Fox Business menyiratkan kesiapan kedua negara untuk menutup perang lebih awal. Nada ini memperkuat narasi bahwa risiko geopolitis meningkatnya volatilitas menurun dalam kurun pendek.
Konsekuensinya, GBP unggul terhadap dolar di sesi perdagangan Eropa, sementara investor menimbang faktor fundamental Inggris yang solid. Pergerakan mata uang utama menunjukkan pola risk-on, menempatkan pound pada posisi menarik untuk penguatan lanjutan jika data domestik tetap positif. Para pedagang perlu mengawasi perkembangan rilis data berikutnya dan komentar bank asing sebagai bagian dari analisa klop teknis fundamental.
Dengan data Inggris yang lebih kuat, peluang bagi pasangan GBPUSD untuk bergerak lebih tinggi tetap ada meski volatilitas bisa meningkat karena dinamika geopolitik. Kondisi pasar cenderung mengarah ke skenario buy dengan alokasi risiko yang terkelola di kisaran level harga saat ini. Konsensus analitik menilai dua arah, tetapi data domestik memberikan pijakan bagi penilaian positif terhadap sterling.
Untuk strategi entri, referensi entry sekitar 1.3580 dapat dipertimbangkan dengan target di sekitar 1.3670 dan stop pada 1.3530. Struktur risiko-reward sekitar 1:1.8 mendasar pada ruang pergerakan yang diantisipasi pasca rilis data. Penempatan posisi perlu disertai manajemen risiko ketat dan pelacakan berita geopolitik yang relevan.
Pastikan profit taking mengikuti pergerakan teknikal dan evaluasi ulang jika momentum berbalik. Lembaga dan analis di Cetro Trading Insight menekankan bahwa analisa ini bersifat konteks, dan disarankan untuk mengonfirmasi dengan data rilis berikutnya sebelum mengambil keputusan akhir.