GBPUSD menguat menuju sekitar 1.3290 pada sesi Asia, dengan tekanan pembeli terlihat setelah beberapa hari volatil. Investor menilai peluang kenaikan terbatas karena faktor eksternal yang membatasi pergerakan pasangan ini. Meski ada dorongan teknikal, fokus pasar tetap tertuju pada kebijakan moneter utama dan dinamika harga energi.
Katalis utama sesi ini berasal dari pernyataan pasar bahwa bank sentral belum mengambil langkah baru meski data pekerjaan dan inflasi tetap menjadi fokus. Para pelaku pasar menimbang sinyal bahwa paling tidak ada risiko jenuh akibat kebijakan yang relatif stabil. Sinyal teknikal menunjukkan kilas balik minor tetapi harga bergerak di zona konsolidasi di sekitar level 1.3290.
Ketegangan energi regional menambah ketidakpastian, karena fluktuasi harga minyak dapat menguatkan dolar AS sebagai aset safe-haven. Laporan media menunjukkan serangan di fasilitas energi di Timur Tengah, yang mengangkat risiko bagi pasokan energi. Dalam konteks ini, pergerakan GBPUSD masih bergantung pada bagaimana pasar menafsir risiko geopolitik dan respons kebijakan bank sentral.
Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3.5%–3.75%, menunjukkan komitmen menjaga kondisi moneter tanpa mempercepat pengetatan. Meskipun pernyataan dot plot menunjukkan potensi pemotongan di 2026, para pejabat menekankan ketidakpastian akibat kenaikan harga energi. Hal ini membuat prospek inflasi terasa tidak pasti dan mempengaruhi ekspektasi pasar.
BoE dipandang akan menjaga suku bunga pada 3.75% pada pertemuan Maret, dengan kehadiran data pekerjaan UK yang menjadi fokus utama. Ekonom memperkirakan langkah kebijakan belum akan berubah dalam sesi ini, meski prospek pemangkasan bisa muncul pada bulan-bulan mendatang. Pasar menimbang dampak data tenaga kerja terhadap ekspektasi suku bunga dan arus modal.
Ketidakpastian geopolitik meningkatkan volatilitas dolar dan menahan pergerakan GBPUSD meskipun ada sinyal kebijakan yang relatif stabil. Investor juga memantau komentar pejabat Fed mengenai prospek inflasi di tengah kenaikan harga energi. Secara umum, dinamika kebijakan dan risiko energi membentuk kerangka evaluasi risiko bagi pasangan mata uang utama.
Data pekerjaan UK yang akan dirilis menjadi fokus utama hari ini, karena angka tersebut bisa mengubah ekspektasi kebijakan BoE. Proyeksi tingkat pengangguran ILO diperkirakan naik menjadi 5.3% pada Januari dari 5.2% di Desember. Investor menilai bahwa data pekerjaan yang lebih lemah atau kuat bisa mengantar GBP untuk bergerak lebih besar.
Kondisi pekerjaan yang kuat bisa menambah dukungan bagi GBP, sementara laporan yang lemah berisiko menekan pasangan ini. Pasar juga mencermati bagaimana perubahan tenaga kerja mempengaruhi aliran investasi dan biaya pinjaman domestik. Dalam konteks ini, para trader menilai peluang breakout atau retracement tergantung pada efek data terhadap ekspektasi BoE.
Kondisi pasar energi global juga bergantung pada dinamika geopolitik, karena lonjakan harga minyak menambah tekanan inflasi. Para analis mencatat bahwa konflik Timur Tengah bisa menambah volatilitas mata uang utama jika pasar menilai risiko pasokan energi meningkat. Secara keseluruhan, rilis data UK dan dinamika energi menjadi dua pendorong utama untuk pergerakan GBPUSD dalam beberapa sesi ke depan.