GBPUSD Menguat Seiring CPI AS Lebih Lemah dan Ekspektasi Pemangkasan Fed Juni

GBPUSD Menguat Seiring CPI AS Lebih Lemah dan Ekspektasi Pemangkasan Fed Juni

Signal GBP/USDBUY
Open1.362
TP1.385
SL1.352
trading sekarang

GBPUSD berada di sekitar 1.3620 seiring rilis data inflasi AS. CPI Januari 2.4% YoY turun dari 2.7% pada Desember, sementara inti 2.5% sesuai ekspektasi. Disinflasi berkelanjutan meskipun pasar tenaga kerja tetap kuat, memberikan ruang bagi perdebatan seputar langkah kebijakan Fed. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Investor menilai apakah The Fed akan mempertahankan jeda atau memang memotong suku bunga pada pertemuan Juni. Pasar menilai peluang pemangkasan sekitar 58% pada bulan itu, didorong oleh data inflasi yang lebih lemah dan tingkat kerja yang masih kokoh. Reaksi ini juga mendorong harga mata uang utama menimbang kemungkinan perubahan kebijakan di bulan-bulan mendatang.

Disinflasi juga memicu ekspektasi bahwa Fed bisa mengikis bagian signifikan dari jalur kenaikan suku bunga di sisa tahun ini, dengan data pasar yang menunjukkan sekitar 63 basis poin easing. Pelaku pasar menilai bahwa tekanan inflasi inti masih menjadi fokus utama dan bagaimana bank sentral akan menyeimbangkan antara saat ini dan target inflasi. Kondisi ini memperburuk perdebatan mengenai apakah Fed akan pause atau memang melanjutkan penurunan suku bunga.

Di pihak Britania Raya, dinamika politik yang terkait tuduhan terhadap kandidat duta besar AS yang diusulkan perdana menteri Keir Starmer menambah ketidakpastian bagi arah kebijakan moneter. Meski begitu, beberapa jajaran kabinet dipercaya mendukung kebijakan saat ini, memberikan sedikit kelegaan bagi pembeli GBP. Ketidakpastian ini menjadikan pergerakan GBP lebih sensitif terhadap berita ekonomi domestik maupun pernyataan pejabat BoE.

Bank of England mempertimbangkan jalur kebijakan lebih ketat meskipun disinflasi masih tetap berjalan. Pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga di pertemuan berikutnya sebagai bagian dari respons terhadap dinamika inflasi inti. Dalam konteks ini, ukuran respon kebijakan BoE akan sangat bergantung pada laporan pekerjaan, inflasi, dan penjualan ritel pekan depan.

Untuk minggu depan, agenda ekonomi Inggris meliputi data pekerjaan, inflasi, dan penjualan ritel. Pembuat kebijakan diarahkan untuk mengalihkan fokus pada laporan inti inflasi saat menilai kebutuhan menjaga kebijakan tetap restriktif. Momentum pasokan ekonomi dan sinyal kebijakan BoE akan menjadi faktor penentu arah GBPUSD di sesi mendatang.

Analisis Teknis GBPUSD dan Proyeksi Pergerakan

Dalam kerangka grafik harian, GBPUSD diperdagangkan sekitar 1.3622. Rangkaian moving average 50, 100, dan 200 hari cenderung menanjak, dan harga tetap berada di atas level support di 1.3511, menambah nada positif bagi tren saat ini. Struktur teknikal terlihat kokoh, memberi peluang bagi retest di level resistance terdekat selama momentum kenaikan berlanjut.

Garis tren naik yang berasal dari 1.3035 menegaskan dukungan sekitar 1.3490. Penutupan harian di bawah area itu dapat melemahkan struktur dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam, sedangkan pergerakan di atasnya akan menjaga peluang perpanjangan tren naik. Polaritas support-resistance ini menjaga keseimbangan risiko saat harga bergerak dalam kisaran yang lebih luas.

Dengan kerangka teknikal yang menunjukkan momentum positif, asumsi skema naikan cenderung terjaga selama tidak ada pelanggaran signifikan pada level kunci. Para pelaku pasar diperkirakan akan memantau setiap rilis data AS maupun pernyataan pejabat bank sentral untuk menilai tenaga pergerakan. Secara keseluruhan, sinyal teknikal mendukung aksi beli jika harga memantapkan posisi di atas level 1.3620 dengan target profit di sekitar 1.3850.

broker terbaik indonesia