
Pembicaraan publik oleh Burnham menegaskan komitmennya untuk mengikuti kerangka fiskal yang ditetapkan Menteri Keuangan Reeves. Komentar itu menenangkan pasar akan disiplin anggaran menjelang masa transisi pemerintahan. Meskipun pembentukan kabinet belum selesai, para investor melihat janji tersebut sebagai sinyal stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian politik.
GBP/USD menguat sekitar 0.40% pada hari Senin, diperdagangkan di sekitar 1.3244 setelah Burnham menyampaikan pidato yang menegaskan jalur kebijakan. Dolar AS mengalami pelemahan umum, ditandai oleh penurunan indeks dolar (DXY) sekitar 0.2%. Kondisi ini membantu kabel menguat dan memperhalus sentimen pasar terhadap pasangan mata uang ini.
Pasar menantikan dirilisnya GDP Inggris Q1 2026 serta komentar pejabat The Fed di Sintra tentang arah kebijakan. Sementara itu, fokus investor juga tertuju pada data pekerjaan AS (Nonfarm Payrolls) yang akan dirilis pekan ini, dengan dinamika kebijakan moneter global sebagai latar belakang utama. Berbagai indikator ini berpotensi menambah volatilitas jelang rilis data utama.
Dolar AS melemah secara umum, membantu GBP/USD bertahan di jalur kenaikan setelah beberapa sesi turun. DXY turun sekitar 0.2% dan ini memberi angin positif bagi pasangan ini, terutama karena sentimen risiko global membaik. Pergerakan harga di sekitar 1.3249 mencerminkan pasar yang menimbang faktor fundamental dengan sinyal teknikal yang masih relevan.
Kenaikan Cable juga didorong oleh sikap Burnham yang menegaskan komitmen terhadap manifesto fiskal 2024 partainya. Meskipun ada kekhawatiran mengenai pembentukan kabinet, pasar menafsirkan alokasi kebijakan fiskal sebagai langkah menenangkan pijakan ekonomi Inggris. Secara umum, dinamika politik memberikan konteks bagi pelaku pasar untuk menilai risiko jangka menengah.
Secara teknikal, GBPUSD diperdagangkan dalam panorama yang masih rapuh namun mendapat dukungan dari pelemahan dolar. Dalam kerangka harian, harga berada di sekitar level 1.3249 dengan rintangan utama di cluster moving averages sekitar 1.3424 dan garis tren turun yang lama berpotensi menjadi hambatan kuat bagi pemulihan.
Dalam grafik harian, GBP/USD menunjukkan tekanan bearish yang tersisa karena harga berada di bawah cluster moving averages jangka pendek hingga panjang (50-, 100-, 200-day) sekitar 1.3424. Namun, terdapat support sekitar 1.3159 yang bisa menarik pembeli jika harga turun ke sana. Indikator RSI yang berada di sekitar 41.9 menunjukkan momentum bullish masih terbatas.
Rintangan utama untuk pemulihan berada pada area sekitar 1.3424, yang ditopang oleh cluster moving average. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.3424 hingga 1.3529, potensi kenaikan menuju 1.3435–1.3500 menjadi relevan. Sedangkan jika harga gagal menembus resistance, skenario downside menuju 1.3159 tetap menjadi peluang yang perlu diperhatikan.
Catatan risiko mencakup data NFP AS dan perilaku pasar terhadap rilis ekonomi. Strategi ini menyelaraskan risiko terhadap volatilitas jelang rilis data dan pernyataan kebijakan The Fed. Target dan stop loss telah disesuaikan untuk menjaga rasio reward risk sekitar 1:1.5, sejalan dengan kerangka analisis yang diterapkan.