Cetro Trading Insight memantau pergerakan GBPUSD pada Senin, di mana pound berhasil menguat sekitar 0,75 persen seiring melemahnya dolar secara luas. Ini memberi jeda terhadap tekanan jual yang terjadi pekan lalu. Meski ada pemulihan, posisi teknikal mengindikasikan rebound ini lebih bersifat korektif daripada tanda pembalikan tren yang jelas.
Secara intraday, pasangan bergerak dari sekitar 1.3220 menuju 1.3300, namun hantaman ke atas belum menembus zona resistance krusial. Tren menurun sejak puncak Januari di dekat 1.3870 tetap dominan, dan candle Senin belum mampu menembus cluster resistance di sekitar EMA 200 hari. Dengan demikian momentum bullish masih terbatas dan rapuh.
Harga telah berada di bawah semua moving average utama selama beberapa sesi, menambah beban pada pihak pembeli. Analisis teknikal menunjukkan beban bukti masih berada di sisi penjual. Selain itu, fokus utama pasar kini beralih pada kebijakan BoE dan data tenaga kerja Inggris yang akan dirilis pekan ini untuk arah jangka pendek-menengah.
BoE diperkirakan akan menahan suku bunga di 3,75 persen pada pertemuan Kamis, meskipun komposisi voting MPC menjadi sorotan. Pasar menilai adanya keseimbangan antara pedagang yang menginginkan pelonggaran versus mereka yang mempertahankan sikap hati-hati. Suara anggota MPC dipandang dapat mengubah nada kebijakan tanpa perubahan besar pada besaran suku bunga.
Analyst melihat konsensus pasar mengarah ke pembagian 2-0-7 (cut, hike, unchanged), yakni dua suara untuk pemotongan, tidak ada yang mendukung kenaikan, dan tujuh suara memilih tidak berubah. Perubahan komposisi ini menunjukkan pergeseran ke arah kebijakan yang kurang dovish dibandingkan pertemuan sebelumnya yang 4-0-5. Hal ini menambah nuansa berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan UK.
Secara teknikal, ekspektasi bahwa BoE akan menahan suku bunga mengurangi tekanan pada GBPUSD dalam jangka pendek. Namun ketidakpastian global dan dinamika harga di area teknikal seperti EMA 200 hari tetap menjadi faktor pembentuk arah. Investor disarankan memperhatikan konfirmasi dari pergerakan harga untuk memvalidasi posisi baru.
Di sisi dolar AS, pelemahan luas didorong ketegangan di Selat Hormuz yang mereda dan memicu sikap risk-on di pasar. Kondisi ini memberi dukungan bagi mata uang lain termasuk pound, meskipun penguatanhnya terbatas karena tren umum masih turun. Pergerakan dolar yang lebih lemah ini membantu GBPUSD menguji level sekitar 1,33 tanpa perubahan tren utama.
Data ekonomi AS dan komentar kebijakan akan menjadi penentu arah jangka pendek. Pada bulan Maret, NY Empire State Manufacturing Index dilaporkan turun menjadi minus 0,2, jauh dari ekspektasi sekitar plus 3,2, yang menambah nada negatif pada dolar. Rapat Federal Reserve berikutnya diperkirakan mempertahankan suku bunga pada tingkat 3,75%, dengan pembaruan proyeksi SEP menjadi faktor kunci bagi arah pasangan mata uang.
Secara keseluruhan, arah GBPUSD dalam beberapa sesi ke depan sangat dipengaruhi rilis data Inggris dan sikap BoE. Analisis teknikal tetap menunjukkan tren turun jangka menengah, sehingga manajemen risiko menjadi penting dengan target rasio minimal 1 banding 1,5. Trader disarankan memantau level resistance utama, termasuk sekitar EMA 200 hari, untuk konfirmasi arah yang lebih jelas.