
Menurut analis Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman, GBP/USD berhasil rebound setelah bertahan di atas support akhir Maret di sekitar 1.3159. Pemulihan ini menandai momentum jangka pendek yang relatif kuat meski dinamika pasar belum sepenuhnya mendukung kenaikan berkelanjutan.
Secara teknikal, pergerakan tersebut menunjukkan adanya pembalikan, tetapi risiko ke arah bawah tetap ada karena ukuran pertumbuhan AS yang lebih kuat dibandingkan Inggris dan ketidakpastian politik dalam negeri.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteksnya, dengan fokus pada level kunci 1.3159 sebagai patokan dan bagaimana faktor makro dapat membentuk pergerakan GBPUSD dalam beberapa minggu ke depan.
Kemenangan Andy Burnham pada by-election Makerfield meningkatkan peluang tantangan kepemimpinan dalam Partai Buruh dan potensi perubahan arah kebijakan fiskal.
Barangkali langkah kebijakan fiskal yang lebih longgar jika Labor memimpin bisa memperbesar beban pembiayaan defisit dan mempengaruhi kredibilitas fiskal Inggris di mata investor.
Dalam konteks pasar, kombinasi ketidakpastian politik dan prospek fiskal menjadi faktor utama yang dapat menekan Pound jika ekspektasi belanja publik meningkat.
Bank of England mempertahankan suku bunga di 3.75% untuk pertemuan keempat berturut-turut, meski ada tekanan dari suara hawkish yang meningkat menilai jalur kebijakan.
Pasar juga telah memotret kemungkinan kenaikan 25 basis poin pada 4.00% pada November melalui kurva swap.
Dinamika ini menambah tekanan pada GBP jika Inggris tidak sejalan dengan dinamika pertumbuhan global, sementara dua faktor utama adalah data AS yang kuat dan ekspektasi kebijakan moneter yang berbeda antara BOE dan Federal Reserve.