GBPUSD Stabil di Dekat Tertinggi Mingguan Menjelang Data Inflasi Inggris dan Keputusan BoE

GBPUSD Stabil di Dekat Tertinggi Mingguan Menjelang Data Inflasi Inggris dan Keputusan BoE

Signal GBP/USDBUY
Open1.342
TP1.352
SL1.336
trading sekarang

GBPUSD terlihat menstabil di dekat level tertinggi mingguan jelang rilis data inflasi Februari di Inggris. Bank of England baru saja mempertahankan suku bunga pada 3.75% pada 19 Maret, menandai perubahan besar dari pola voting di Februari. Para pelaku pasar menilai CPI yang diperkirakan akan berada di kisaran 3% hingga 3.5% dalam beberapa kuartal mendatang karena gangguan energi di Timur Tengah.

Rilis data ritel Inggris hari Jumat menjadi uji apakah permintaan domestik melambat cukup cepat untuk menyeimbangkan tekanan inflasi. GBP/USD menguat menuju sekitar 1.3420 menjelang minggu ini, setelah mundur dari sekitar 1.3250 akibat jeda gencatan senjata yang mendorong pembalikan ke arah 1.3480 pada hari berikutnya. Pasangan ini tetap berada di atas area 1.3360, yang memberi dukungan terhadap bias kenaikan jangka pendek.

Rilis CPI Februari yang akan dirilis pada pukul 07:00 GMT menjadi fokus utama sesi tengah pekan. Januari CPI YoY berada di 3.0%, turun dari 3.4% bulan Desember, dengan core CPI 3.1% dan inflasi jasa 4.4%. Konsensus untuk CPI inti Februari diperkirakan tetap di 3.1% YoY, memperkuat gambaran perlunya respons kebijakan yang hati-hati dari BoE.

Minutes BoE mengungkap tekanan bahwa inflasi jasa sebesar 4.4% melampaui proyeksi bank 4.1% dan memperingatkan bahwa kenaikan harga energi di Timur Tengah bisa mendorong CPI headline ke 3% hingga 3.5% dalam beberapa kuartal ke depan. Respons kebijakan menunjukkan bahwa suku bunga bisa tetap diberlakukan di level saat ini sambil menimbang risiko kejut pasokan.

Langkah kebijakan pasar menunjukkan kurva imbal hasil yang cenderung sedikit menaik menuju 2026, mengabaikan ekspektasi pemotongan kebijakan dalam jangka pendek. Pasar telah menyesuaikan harapan, dengan kemungkinan pemotongan dini hampir hilang dari harga. Sementara itu, pernyataan Gubernur Bailey menekankan bahwa kebijakan moneter tidak bisa membalikkan gangguan pasokan, namun harus merespons risiko inflasi yang lebih tahan lama.

Berita rilis CPI yang kuat akan memperkuat sikap hawkish BoE dan mendukung pound sterling. Sebaliknya data yang lebih lemah bisa mengembalikan ekspektasi pemotongan kebijakan menjelang pertemuan 30 April. Dalam sisa minggu, para eksekutif BoE akan berbicara, menyusul data ritel dan kepercayaan konsumen GfK yang dipandang sebagai indikator dampak gangguan energi terhadap belanja rumah tangga.

Analisis teknikal pada kerangka waktu satu jam menunjukkan GBPUSD diperdagangkan sekitar 1.3419, dengan bias jangka pendek mildly bullish karena harga memantau moving average eksponensial 200-periode di sekitar 1.3360. Momentum teknikal sedang mencoba bangkit setelah area oversold sebelumnya, sejalan dengan kemampuan pasangan untuk membangun higher lows di atas rata-rata jangka panjang.

Support utama terlihat di 1.3400, dengan perlindungan lebih dalam menuju 1.3380 dan 1.3360 ketika EMA 200 berada. Di sisi atas, resistance terdekat berada di 1.3450, dengan peluang menuju 1.3480 dan 1.3520 jika tekanan beli berlanjut.

Dalam konteks sinyal trading, analisis ini mendukung posisi beli karena harga berada di atas EMA dan momentum menunjukkan perbaikan. Jika data CPI menunjukkan kejutan panas, ekspektasi pemotongan bisa terpengaruh dan pound bisa menguat lebih lanjut. Sebaliknya, angka inflasi yang lemah bisa memperkuat skenario pengetatan kebijakan di masa depan, sambil menjaga peluang untuk target sekitar 1.3520.

broker terbaik indonesia