
Data CPI AS untuk Mei menunjukkan inflasi sebesar 4.2% secara YoY, dengan core CPI di 2.9% YoY. Angka ini menegaskan bahwa tekanan harga masih tinggi meskipun beberapa komponen inti relatif stabil. Di saat yang sama, dolar AS melemah setelah rilis data, dengan indeks DXY turun sekitar 0.11% menjadi 99.87. Kondisi ini menciptakan dinamika baru bagi aset berisiko dan mata uang utama di pasar global.
Pasar juga menilai bahwa kebijakan Federal Reserve bisa berjalan pada jalur yang lebih berhati-hati di sisa tahun ini meski inflasi masih kuat. Spekulasi mengenai pengetatan lebih lanjut tetap ada, namun momentum menjadi ringan setelah laporan inflasi dirilis. Menurut Cetro Trading Insight, strategi jangka pendek tetap menimbang potensi volatilitas.
Secara teknikal, GBPUSD saat ini diperdagangkan mendekati 1.3392 setelah memantul dari level terendah harian sekitar 1.3362. Area resistance terdekat berada di sekitar 1.3408, diikuti oleh cluster moving average tiga layar di sekitar 1.3461. RSI 14 berada di sekitar 45, menunjukkan momentum yang lemah dan tekanan jual yang masih dominan.
Tensi di Timur Tengah tetap tinggi meski ada laporan bahwa dialog mengenai program uranium Iran semakin mendekati titik temu. Kondisi geopolitik ini menambah risiko bagi investor dan membuat volatilitas di pasar keuangan cenderung meningkat. Pelaku pasar juga menimbang bagaimana sentimen global dapat mempengaruhi aliran modal antara aset berisiko dan yang dianggap lebih aman.
Sementara itu, data inflasi AS yang lebih tinggi menambah tekanan pada prospek kebijakan moneter, meskipun beberapa pihak memperkirakan siklus pengetatan bisa berlanjut dengan kehati-hatian. Pasar memperkirakan sekitar 22 basis poin kenaikan suku bunga Fed pada akhir tahun, meski jalur pasti tetap tergantung pada data ekonomi terbaru. Ketidakpastian ini mendorong pergeseran antara aset berisiko dan perlindungan nilai, terutama terhadap dolar.
Dalam konteks GBP, para pelaku pasar menilai bahwa sentimen terhadap dolar AS cenderung melemah sementara fokus bergeser ke rilis GDP Inggris yang dijadwalkan. Ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi BoE menjaga peluang bagi GBP untuk berada pada kisaran tertentu terhadap USD. Dengan demikian, dinamika kebijakan moneter dan geopolitik akan menjadi pendorong utama pergerakan pasangan ini menuju akhir pekan.
GBPUSD diperdagangkan sekitar 1.3392, berada di bawah cluster moving average tiga-layar sekitar 1.3461. Level resistance terdekat adalah 1.3408, diikuti level kunci 1.3461 yang menandai zona penting bagi pergerakan berikutnya. Dukungan struktural terlihat di sekitar 1.3159, menjadi lantai jika tekanan jual berlanjut dan menjadi fokus bagi pelaku pasar yang mencari pembalikan.
Indikator RSI(14) berada di sekitar 45, menandakan momentum yang lemah dan daya dorong pembeli masih terbatas. Penjual tampaknya memegang kendali dalam kerangka jangka pendek meski breakout ke atas belum terkonfirmasi sepenuhnya. Dalam konteks ini, anggapan arah jual tetap relevan bagi trader yang mengikuti kondisi teknikal saat ini.
Rencana perdagangan menggunakan analisis ini adalah masuk di sekitar 1.3392, dengan target 1.3150 dan stop loss di 1.3470, memberikan rasio risiko-imbalan lebih dari 1:3. Entry di bawah 1.3400 dengan stop di atas 1.3470 menepati prinsip teknikal untuk posisi jual. Pastikan untuk mempertimbangkan kondisi pasar menjelang rilis data ekonomi utama seperti GDP Inggris dan data inflasi.