Pound Sterling berada di bawah tekanan pada perdagangan terhadap pasangan utama, meskipun naik tipis sekitar 0,1% menuju mendekati level 1,3270 terhadap USD. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati setelah rilis data tenaga kerja Inggris. Secara keseluruhan, GBP menunjukkan pelemahan relatif terhadap beberapa mitra, namun pergerakan kecil hari ini membantu menjaga kerangka teknikalnya.
Data tenaga kerja Inggris meningkatkan fokus pada bagaimana inflasi akan berkembang. Investor mempertanyakan apakah poros kebijakan BoE akan tetap pada jalurnya atau berubah seiring dinamika upah dan pengangguran. Meski demikian, pergerakan mata uang utama diperkirakan tetap sensitif terhadap rilis data berikutnya dan berita geopolitik yang berdampak pada minyak dan risiko biaya hidup.
ILO Unemployment Rate dilaporkan stabil di 5,2%, sementara remunerasi menunjukkan kelemahan yang menahan tekanan harga. Pada sesi Eropa, BoE akan mengumumkan kebijakan moneter pada pukul 12:00 GMT dengan harapan suku bunga tidak berubah di level 3,75%. Lonjakan harga minyak yang disebabkan konflik di Timur Tengah menjadi faktor risiko tambahan bagi prospek inflasi dan volatilitas GBP. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Secara keseluruhan, data upah yang lebih lemah menyiratkan peluang bagi BoE untuk menahan kebijakan ketat tanpa menunda pemulihan ekonomi. Pasar menilai bahwa momentum inflasi mulai mereda, meskipun rilis data pekerjaan berikutnya tetap menjadi penguji kepercayaan investor. Dalam konteks ini, GBP bertahan dalam kisaran sempit terhadap USD meski sentimen global tetap berubah-ubah.
BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga utama pada 3,75% dalam rapat mendatang, dengan sebagian besar kursi dewan menguatkan keputusan tersebut. Ketergantungan pada harga minyak dan dinamika global membuat para pejabat bank sentral berhati-hati terhadap arah inflasi. Skenario ini menambah tekanan pada pergerakan GBP menjelang rilis data makro berikutnya.
Dengan latar belakang tersebut, volatilitas di pasar mata uang diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa sesi ke depan. Investor disarankan mencermati komentar pejabat BoE dan data harga kerja sebagai petunjuk arah, sambil mengawasi faktor eksternal yang bisa mengubah sentimen risiko secara drastis.
Di sisi lain, Federal Reserve tampaknya akan mempertahankan jeda dari pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Ketua Jerome Powell menekankan bahwa jika progres inflasi stagnan, pemotongan tidak akan terjadi untuk saat ini, meski proses menuju target 2% masih berlangsung. Kebijakan moneter AS tetap berada dalam kisaran 3,50%–3,75% untuk periode ini.
Pengumuman kebijakan Fed yang menunjukkan jeda suku bunga memperkuat posisi dolar secara umum terhadap mitra utama, meskipun tekanan inflasi masih menjadi faktor penentu. Pergerakan GBP terhadap USD akan dipengaruhi oleh bagaimana AS dan Inggris menyeimbangkan antara pertumbuhan, inflasi, dan perkembangan harga minyak global.
Pasar mata uang tetap menghadapi risiko volatilitas yang lebih tinggi karena dinamika minyak, kebijakan bank sentral, dan data inflasi. Para investor disarankan untuk menjaga ekspektasi yang realistis sambil menilai peluang trading yang dihasilkan dari rilis data berikutnya.