
Menurut liputan dari Cetro Trading Insight, dolar AS mundur dari level tertinggi sepanjang tahun setelah penyesuaian harga kebijakan The Fed yang menurunkan intensitas ekspektasi kenaikan suku bunga. Burnham berjanji mengikuti aturan fiskal yang ketat, sebuah komitmen yang membantu meredakan kegaduhan politik di Inggris dan mengurangi risiko fiskal bagi pasar. Kondisi ini memberi ruang bagi pergerakan mata uang utama untuk menilai ulang prospek kebijakan moneter global.
GBP berhasil menanjak tipis terhadap dolar, dengan pasangan GBP/USD berada di sekitar 1.3217 setelah menyentuh level terendah harian di 1.3180. Reaksi pasar menunjukkan likuiditas tetap berpendar, meskipun pasar menimbang bagaimana kebijakan Fed yang lebih lunak bisa berdampak pada permintaan terhadap pound Inggris dalam menghadapi inflasi yang tetap menjadi fokus utama pembuat kebijakan.
Ketidakpastian politik di Inggris juga tetap menjadi faktor volatilitas. Transisi menuju pemerintahan baru, yang dipimpin oleh kandidat Burnham, menambah spekulasi mengenai bagaimana kebijakan fiskal ke depan akan memengaruhi belanja dan utang negara. Tim Burnham menekankan komitmen pada kerangka fiskal saat ini sehingga langkah pasar bisa menilai dampaknya terhadap gilt yields dan prospek ekonomi jangka pendek.
Data ekonomi AS menunjukkan beberapa tanda pemulihan, dengan sentimen konsumen membaik dan indeks University of Michigan untuk Juni berada lebih tinggi dibandingkan pembacaan sebelumnya. Perbaikan ini mengurangi tekanan terhadap dolar secara umum meskipun inflasi jangka menengah tetap menjadi fokus utama investor. Ketegangan antara data dan ekspektasi kebijakan menambah dinamika pada pergerakan pasangan mata uang utama.
Di sisi lain, indeks DXY mengalami penurunan sekitar 0.18% menuju sekitar 101.25, sedangkan ekspektasi inflasi satu tahun dan lima tahun tetap tidak berubah di sekitar 4.6% dan 3.3%. Pasar mulai memberi ruang bagi prospek bahwa The Fed bisa menilai jalur kebijakan secara bertahap, meskipun beberapa pejabat tetap menekankan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan jika inflasi meluas.
Dalam konteks pertemuan kebijakan, beberapa pejabat lembaga mencatat bahwa kenaikan suku bunga mungkin masih diperlukan bila inflasi luas bertahan. Pada kalender ekonomi pekan depan, investor akan menimbang data pekerjaan AS dan kinerja ekonomi Inggris untuk memperdalam pemahaman tentang arah kebijakan selanjutnya dan dampaknya terhadap GBPUSD.
Di kerangka harian, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3218 dengan bias bearish jangka pendek. Harga berada di bawah klaster moving average 50, 100, dan 200 hari yang berkumpul di sekitar 1.3431, mengindikasikan bahwa momentum turun kemungkinan masih berlanjut dalam beberapa sesi ke depan.
RSI (14) berada di sekitar 38, menunjukkan momentum bullish yang relatif lemah dan bukan sinyal jual berlebih yang tegas. Area resistance utama terlihat di sekitar 1.3431, dengan hambatan tambahan di 1.3454 dan 1.3535; sedangkan dukungan terdekat berada di 1.3218, disusul sekitar 1.3159 sebagai level penting berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Secara keseluruhan, gambaran teknis menunjukkan tren penurunan yang berlanjut jika sentimen pasar tetap lemah dan jika harga menembus level dukungan utama. Meski terdapat peluang pembalikan singkat jika adanya kejutan pasar, skenario utama menekankan penurunan bertahap menuju kisaran bawah yang lebih besar tergantung respons ekonomi dan kebijakan selanjutnya.