Bank of England mempertahankan suku bunga pada 3.75 persen dalam putaran terakhir Februari dengan suara tipis 5-4, menunjukkan adanya perdebatan internal mengenai arah kebijakan. Gubernur Andrew Bailey menegaskan bahwa keputusan untuk menggeser suku bunga pada bulan Maret masih merupakan pertanyaan terbuka. Inflasi jasa yang menjadi fokus kebijakan tetap lebih tinggi dari perkiraan, dengan angka Januari di sekitar 4.4 persen, mengecewakan para pembuat kebijakan yang menargetkan penurunan ke 4.1 persen.
Secara umum, dinamika di pasar Inggris didorong oleh ketidakpastian terhadap arah inflasi jasa dan aliran data yang beragam. Analis menilai bahwa risiko terhadap prospek pertumbuhan tetap signifikan karena tekanan biaya dan permintaan yang tidak sepenuhnya melunak. Meski ada data positif di sektor lain, ketegangan ini menjaga risiko ketetapan suku bunga tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Dalam konteks ini, GBP menghadapi tantangan untuk mempertahankan momentum kenaikan tanpa kejutan data yang mendukung.
Di Amerika Serikat, minuta FOMC Januari menunjukkan beberapa pejabat mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target, meski jeda yang lebih panjang dipertahankan pada kisaran 3.50% hingga 3.75%. Ketidakpastian kebijakan AS menambah dinamika bagi pasangan mata uang utama, termasuk GBPUSD. Secara teknis, GBPUSD bergerak mendatar di sekitar 1.3500 dan berada dalam fase konsolidasi hangat di dekat rata-rata pergerakan eksponensial 50 hari.
Harga GBP/USD telah tertekan dari level tertinggi sekitar 1.3870 pada akhir Januari dan sekarang berkonsolidasi di kisaran sekitar 1.3500. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terkait arah kebijakan moneter dan respons pasar terhadap data ekonomi yang beragam. Secara umum, posisi ini menandakan konsolidasi lebih lanjut sebelum arah baru ditetapkan melalui data rilis mendatang.
Secara teknikal, 50-day EMA berfungsi sebagai pivot utama saat ini. Jika harga menembus di bawah 1.3430, ruang menuju 200-day EMA di sekitar 1.3330 bisa terbuka. Namun sebaliknya, reclaim di atas 1.3600 bisa menjadi tanda bahwa pembeli mulai kembali mengambil kendali, menjaga tren jangka panjang tetap relevan dalam konteks uptrend yang terlihat sejak awal tahun.
Stochastic Oscillator saat ini berada dalam wilayah oversold dan menunjukkan sinyal bearish yang kontinu, menambah peluang koreksi lebih lanjut jika tekanan jual tidak mereda. Meski demikian, dinamika harga tetap berada dalam kisaran sempit karena para pelaku pasar menunggu konfirmasi arah dari data utama. Secara keseluruhan, fokus teknikal bertumpu pada pergerakan di sekitar 1.3430 dan 1.3600 sebagai dua level penting yang akan mengarahkan arah berikutnya.
Para pelaku pasar perlu mengawasi level 1.3430 sebagai batas teknikal utama. Pelanggaran di bawah level tersebut bisa membuka jalan menuju 200-day EMA sekitar 1.3330, memberi ruang bagi tekanan jual lebih lanjut. Sebaliknya, jika harga berhasil menembus lebih tinggi hingga 1.3600, minat beli diperkirakan kembali menguat dan dapat menguji kembali area resistance jangka pendek di atasnya.
Volatilitas di pasar utama tetap rendah, namun kejutan dari kebijakan BoE maupun data ekonomi AS berpotensi mengubah arah dengan cepat. Investor disarankan menjaga ekspektasi risiko dan menggunakan pendekatan manajemen posisi yang berhati-hati sambil menunggu konfirmasi arah. Laporan ini menekankan bahwa pasar lebih condong ke fase konsolidasi daripada pengembangan tren baru dalam jangka pendek.
Menurut Cetro Trading Insight, dinamika saat ini menekankan konsolidasi sebagai kerangka utama. Dengan demikian, tidak ada sinyal trading eksplisit saat ini, dan investor disarankan untuk fokus pada konfirmasi teknikal sebelum memasuki posisi. Tetap perhatikan rilis data saat ini serta komentar kebijakan dari BoE dan bank sentral lainnya yang dapat memicu pergeseran sentimen secara mendadak.