Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung membuat pergerakan harga logam mulia tetap volatil. Pasar terus waspada terhadap dinamika antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran karena eskalasi yang mungkin terjadi dapat mengubah aliran modal dan risiko aset lindung. Investor menilai potensi risiko geopolitik sebagai pendorong utama pergerakan mata uang dan komoditas.
XAU/USD saat ini berada di sekitar level 4.430 dolar AS, mendekati level intraday tertinggi sekitar 4.475 dolar pada sesi Eropa. Pergerakan harga menunjukkan respons yang sensitif terhadap berita geopolitik, meskipun lonjakan sesaat belum memberi arah jelas. Kondisi ini menambah volatilitas pasar dan meningkatkan ketidakpastian bagi para pelaku trading.
Keputusan terbaru menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran memberikan kejutan singkat, tetapi ketidakpastian tetap ada mengenai jalur penyelesaian konflik. Laporan bahwa Pentagon mempertimbangkan pengiriman tambahan pasukan di wilayah Timur Tengah menambah risiko eskalasi jika solusi damai tidak tercapai. Secara umum, pasar menerjemahkan risiko jangka pendek sebagai tinggi meski beberapa langkah diplomatik menahan ketegangan.
Kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh harga minyak meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga di bank-bank sentral utama. Lonjakan biaya energi memperkuat argumen bagi otoritas moneter untuk menjaga kebijakan lebih ketat. Akibatnya, pasar terus menilai kapan dan sejauh mana langkah pengetatan akan terjadi di berbagai wilayah.
Nilai dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi meningkat, dengan imbalan 10-tahun Treasuries sekitar 4,45 persen. Hal ini meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk logam mulia berdenominasi dolar. Sementara itu, pasar mengubah proyeksi untuk beberapa pemangkasan suku bunga menjadi sangat mungkin tertunda hingga akhir tahun.
Dari sisi teknikal, XAU/USD menunjukkan stabilisasi, namun masih berada di bawah level moving average penting pada kerangka waktu harian dan 4 jam. Struktur tren jangka pendek cenderung turun meski terdapat beberapa tanda stabilisasi singkat. Para analis mengamati area moving average 50 dan 100 untuk petunjuk arah berikutnya.
Secara teknikal, harga logam mulia sempat menyentuh level terendah empat bulan di sekitar 4.100, sebelum mencoba rebound terbatas. RSI berada di kisaran 40-an, menandakan tekanan jual masih ada meski ada upaya perbaikan. MACD berada dalam wilayah positif, menunjukkan adanya peluang rebound dalam kerangka struktur turun secara luas.
Resistance terdekat berada di sekitar 4.579, diikuti 4.842 sebagai level berikutnya. Sementara itu, area dukungan terdekat berada di sekitar 4.300, dengan swing low mingguan di sekitar 4.098 sebagai level penting untuk pengujian lebih lanjut.
Rencana perdagangan yang dianjurkan adalah membuka posisi jual pada kisaran saat ini dengan open sekitar 4.430, target profit 4.098, dan stop loss di 4.579. Rasio risiko-keuntungan yang diharapkan sekitar 1:1,5, memenuhi kriteria yang diinginkan. Meski sinyal teknikal mendukung potensi perbaikan, tetap waspada terhadap berita geopolitik dan pernyataan kebijakan moneter yang bisa dengan cepat membalik arah pasar.