
Pada Minggu, Mohammad Bagher Qalibaf, Ketua Parlemen Iran, mengancam entitas keuangan yang membiayai militer AS. Ia menyatakan bahwa fasilitas militer Amerika dan para pembiayanya bisa menjadi target yang sah seiring meningkatnya retorika terhadap tekanan ekonomi. Klaim tersebut menilai obligasi pemerintah AS sebagai bagian dari risiko bagi investor global dan menambah ketidakpastian menjelang evaluasi kebijakan selanjutnya di pasar keuangan.
Sejalan dengan itu, pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup meskipun kapal berpotensi berhenti karena kekhawatiran asuransi terhadap konflik yang dipicu pihak lain. Ia juga menekankan bahwa kebebasan navigasi tidak berdiri sendiri tanpa kebebasan perdagangan, dan menyerukan saling menghormati sebagai prasyarat stabilitas regional. Retorika seperti ini berpotensi meningkatkan volatilitas harga komoditas dan aset berisiko lainnya di jangka pendek.
Meski demikian, pasar cenderung menilai bahwa respons kebijakan nyata bisa memerlukan waktu, sehingga reaksi pasar sering mencerminkan harga risiko yang lebih tinggi. Investor mungkin memprioritaskan likuiditas dan perlindungan terhadap volatilitas melalui aset lindung nilai. Dalam konteks ini, permintaan terhadap logam mulia seperti emas dan pergerakan dolar AS bisa meningkat tergantung dinamika berita dan respons kebijakan yang dirilis selanjutnya.
Implikasi geopolitik terhadap aset mencakup potensi dorongan permintaan terhadap logam mulia sebagai pelindung nilai. Ketidakpastian global mendorong investor mencari likuiditas dan stabilitas, meskipun reaksi terhadap dolar AS bisa bervariasi berdasarkan kebijakan moneter dan aliran modal. Selain itu, risiko terkait rute pengiriman minyak menambah tekanan pada harga energi, yang pada akhirnya mempengaruhi ekspektasi inflasi dan arah suku bunga jangka menengah.
Untuk trader, skenario ini menuntut pendekatan berbasis fundamental dengan konfirmasi instrumen yang relevan. Dengan volatilitas yang bisa melonjak, pembukaan posisi pada XAUUSD bisa masuk akal jika kebijakan dan pernyataan geopolitik memperkuat permintaan terhadap aset safe-haven. Namun penting menilai risiko melalui ukuran posisi yang proporsional dan penggunaan order berhenti untuk menjaga margin. Strategi ini menilai potensi kenaikan harga dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5.
Langkah-langkah praktis meliputi pemantauan berita secara berkala, penggunaan level stop loss yang konsisten, dan pengendalian eksposur melalui diversifikasi. Trader disarankan fokus pada sinyal teknikal yang mendukung pergerakan menuju level harga kunci di sekitar level pembukaan, tp, dan level stop loss yang ditetapkan. Selain itu, penting untuk membedakan antara reaksi teknis jangka pendek dan perubahan fundamental jangka panjang agar tidak terjebak pada volatilitas sesaat.