
Pergerakan spot emas dibuka minggu ini dengan gap turun tipis, dan pasangan XAU/USD berusaha menjaga level US$4.600. Ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada sentimen risk-off, meskipun ada upaya pembeli yang mencoba menahan penurunan di beberapa level teknikal. Secara umum, arus harga menunjukkan trader masih menimbang arah tanpa konfirmasi tren yang jelas.
Pandangan kerangka 4 jam menunjukkan harga kembali berada di bawah Moving Average 20-periode sekitar US$4.663. Posisi harga juga masih berada di bawah rintangan MA 100 dan MA 200 yang membatasi tren turun dalam kisaran US$4.700–US$4.900. Momentum teknikal melemah dan RSI bergerak mendekati garis 50, menandakan bahwa kekuatan pembeli telah berkurang dan harga berpotensi melanjutkan koreksi.
Level kunci untuk penentu arah saat ini adalah support sekitar US$4.600, dengan potensi lanjut ke US$4.560 jika tekanan jual berlanjut. Di sisi atas, resistance pertama berada di sekitar US$4.663, diikuti US$4.680 dan swing high terakhir sekitar US$4.785. Agar bias teknikal berubah ke netral, harga perlu menembus zona US$4.680–US$4.785 dan bertahan di atasnya.
Di antara dinamika global, ketegangan di Timur Tengah membangun suasana risk-off di pasar keuangan. Pernyataan Presiden AS tentang potensi tindakan keras terhadap Iran jika Hormuz tidak dibuka sesuai tenggat meningkatkan kekhawatiran atas gangguan pasokan dan volatilitas harga komoditas. Pasar menilai risiko ini sebagai faktor pendukung untuk volatilitas jangka pendek.
Harga minyak mentah WTI eros di sekitar US$106 per barel, level tertinggi dalam lebih dari sebulan, sebagai respons terhadap ketidakpastian regional. Libur Paskah di sebagian bursa Asia dan Eropa menambah likuiditas rendah, sehingga reaksi harga cenderung lebih tajam terhadap berita terbaru. Kondisi ini juga mempengaruhi sentimen terhadap emas sebagai aset lindung nilai yang sensitif terhadap risiko.
Menurut Cetro Trading Insight, meski respons pasar dipicu faktor geopolitik, sinyal teknikal untuk XAUUSD menunjukkan bias penurunan jangka pendek. Eskalasi konflik tetap menjadi risiko utama yang dapat mengubah arah pasar, sehingga trader disarankan memantau level kunci sambil mengikuti berita baru secara cepat.