Geopolitik Hormuz Dorong Ketegangan Energi dan Dolar AS; Emas XAUUSD Mengalami Tekanan

Geopolitik Hormuz Dorong Ketegangan Energi dan Dolar AS; Emas XAUUSD Mengalami Tekanan

trading sekarang

Ketegangan di Teluk Persia meningkat ketika serangan US-Iran di dekat Hormuz mengangkat permintaan minyak mentah dan juga permintaan terhadap dolar AS. Kendali militer AS ikut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, yang pada gilirannya menambah tekanan inflasi. Isu geopolitik ini membuat volatilitas di pasar komoditas energi meningkat cukup signifikan.

Sementara itu, serangan balik antara Tehran dan markas militer negara-negara Gulf States meningkatkan kekhawatiran aliran minyak. Perkembangan ini menambah pijakan bagi pasar untuk menilai potensi sanksi dan negosiasi yang mandek. Para pelaku pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan sebagai pendorong utama harga energi di sesi perdagangan hari ini.

Di tengah semua itu, pergerakan harga minyak mendorong Greenback menanjak. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% dalam beberapa jam perdagangan, sementara WTI mencatat kenaikan lebih dari 2,5% sebagai dorongan bagi kepercayaan pelaku pasar terhadap dolar. Laporan ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran makro yang relevan bagi investor.

Data ADP May menunjukkan pasar kerja tetap kokoh dengan tambahan pekerjaan sekitar 122 ribu, melampaui proyeksi 117 ribu. Sementara itu, laporan JOLTS menunjukkan peningkatan jumlah lowongan kerja, menambah gambaran tentang kekuatan tenaga kerja AS menjelang rilis nonfarm payroll. Angka-angka ini menambah tekanan positif terhadap ekspektasi pengurangan stimulus moneter di masa mendatang.

ISM Services PMI Mei naik dari 53,6 menjadi 54,5, menunjukkan permintaan yang tetap kuat dan respons lesan perusahaan terhadap tekanan harga. Komponen Prices Paid naik dari 70,7 menjadi 71,3, mengindikasikan bahwa dampak kejutan energi mulai menular ke sektor jasa. Sinyal-sinyal ini memperkuat pandangan bahwa dinamika inflasi perlu diawasi ketat.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menegaskan bahwa kebijakan moneter berada tepat di tempatnya saat ini dan tidak ada kebutuhan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk saat ini. Sentimen ini menambah minyak pada api status quo kebijakan moneter menjelang perilisan Beige Book dan pidato pejabat Dallas Fed, Lorie Logan, sebagai bagian dari persiapan pertemuan The Fed pada 16–17 Juni.

Secara teknis, prospek turun emas masih bertahan ketika harga bergerak di bawah rata-rata pergerakan sederhana 20 hari. Struktur momentum menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang mengindikasikan tekanan jual yang sedang berlangsung. Penutupan dekat level 200-day SMA menambah konfirmasi tren turun bagi para pelaku pasar.

RSI menunjukkan bias bearish, menegaskan adanya tekanan jual yang lebih besar dari pembeli. Jika harga XAU/USD berhasil menembus level 200-day SMA sekitar 4.422, maka skenario test ke area 4.400 bisa terwujud lebih cepat daripada target lebih tinggi. Namun jika gagal menembus, pergerakan harga bisa berbalik menuju support terdekat.

Di sisi bawah, level support historis sekitar 4.098 menjadi referensi jika tekanan menambah. Meski ada sinyal pelemahan, market tetap perlu memantau bagaimana dinamika harga dapat membentuk soliditas harga di bawah tekanan geopolitik dan tingkat inflasi yang sedang berubah. Ringkasan ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight untuk kemudahan pembacaan bagi investor.

banner footer