Laporan tim Societe Generale yang berbasis di Inggris menunjukkan selloff tajam pada gilts 10-tahun, mendorong imbal hasil ke level 5%—tertinggi sejak 2008. Pasar menandai ekspektasi bahwa Bank of England akan lebih agresif dalam memperketat kebijakan. Analisis ini menyoroti bahwa pergerakan harga saat ini bisa jadi reaksi berlebihan yang perlu dilihat ulang seiring perubahan konteks kebijakan.
Menurut para analis, respons pasar dinilai berlebihan. Mereka berpendapat bahwa MPC kemungkinan menahan kebijakan melalui 2026 karena guncangan energi yang sedang berlangsung. Dengan demikian, risiko penyesuaian jangka pendek bisa menenangkan harga gilts jika ekspektasi kebijakan berubah sesuai data terbaru.
Pandangan ini mengajak pembaca untuk menantikan data-data utama mendatang. PMI Inggris akan menjadi pembaca utama terhadap dampak guncangan energi terhadap pertumbuhan dan tekanan harga. Data inflasi serta dinamika harga energi juga akan membantu mengoreksi jalur kebijakan bank sentral ke depan, demikian analisis dari Cetro Trading Insight.
BoE diperkirakan menahan kebijakan karena inflasi diproyeksikan naik menjadi 3.5 persen pada triwulan Maret, naik dari 3.1 persen sebelumnya, didorong oleh harga bahan bakar yang lebih tinggi. Perubahan proyeksi ini memperpanjang periode suku bunga pada level saat ini untuk memberikan ruang bagi stabilisasi harga. Risiko utamanya adalah perubahan dinamika energi yang bisa mempengaruhi jalur kebijakan di kuartal berikutnya.
Ketegangan di Timur Tengah terkait serangan terhadap infrastruktur energi meningkatkan risiko pasokan energi dan memperparah tekanan inflasi. Dalam konteks ini, banyak analis melihat peluang kebijakan stimulus tambahan semakin kecil karena fokus utama adalah menjaga stabilitas harga. Ketidakpastian geopolitik adalah faktor penentu yang perlu diwaspadai oleh investor obligasi.
Pembicara MPC seperti Greene, Taylor, dan Breeden kemungkinan akan menekankan bahwa pasar harga telah menghargai ekspektasi kebijakan secara berlebihan. Komentar mereka bisa meningkatkan volatilitas jangka pendek meskipun arah kebijakan inti belum berubah. Komunikasi yang hati-hati tetap penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama dalam fase transisi ini.
Rilis PMI Maret dan data inflasi akan menjadi penentu utama arah kebijakan serta pergerakan imbal hasil. Pertumbuhan Inggris bisa terhimpit jika biaya energi tetap menjadi faktor utama yang mendorong inflasi. Investor perlu membedakan antara tekanan biaya dan pertumbuhan ekonomi nyata untuk menilai kelayakan kebijakan hold dalam jangka menengah.
Tekanan biaya energi dapat mengubah jalur inflasi dan kebijakan dalam beberapa kuartal ke depan. Jika inflasi melandai lebih cepat dari ekspektasi, BoE mungkin memberikan ruang bagi perbaikan yield gilts. Namun jika paparan energi berlanjut, kebijakan yang lebih akomodatif bisa bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan pasar.
Bagi investor gilts, kunci utama adalah bagaimana data menanggapi ekspektasi hold dan arah imbal hasil. Risiko utama adalah volatilitas pasar yang disebabkan oleh perubahan sentimen dan data ekonomi. Dalam skenario utama yang kami lihat, potensi perbaikan imbal hasil menuju level lebih rendah di sekitar 5% bisa terjadi, namun tetap ada risiko jika kebijakan menjadi lebih agresif, demikian analisis dari Cetro Trading Insight.