GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih pertama sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal I-2026, sebuah tonggak yang menarik bagi investor. Laba bersih sebesar Rp171 miliar berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada perdagangan Rabu, 29 April 2026, harga saham GOTO ditutup naik sekitar 7,6% di level Rp57 per lembar, diiringi volume transaksi mencapai Rp235,8 miliar. Paragraf ini menggambarkan momentum positif yang sedang dibangun oleh perusahaan. Menurut analisis internal kami di Cetro Trading Insight, momen laba ini bisa menjadi pemicu evaluasi kembali atas valuasi saham yang sebelumnya lebih berhati-hati.
Secara tahunan, kinerja ini menandai perbaikan signifikan. Pendapatan bersih meningkat 26% menjadi Rp5,3 triliun, didorong oleh pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 65% menjadi Rp138 triliun. Total GTV secara tahunan mencapai Rp236 triliun, naik 63%, sementara jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU) melonjak 22% menjadi 69 juta. Angka-angka ini menunjukkan ekosistem GoTo yang lebih kuat dan kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan.
Secara operasional, EBITDA yang disesuaikan naik 131% YoY menjadi Rp907 miliar, menunjukkan perbaikan margin sejalan dengan efisiensi biaya. Perusahaan saat ini menargetkan EBITDA sekitar Rp3,2-3,4 triliun untuk tahun penuh, sebagai pijakan pertumbuhan berkelanjutan. Arus kas bebas yang disesuaikan positif mencapai Rp1,3 triliun menandakan peningkatan kesehatan neraca dan kemampuan membiayai investasi masa depan. Cetro Trading Insight menilai potensi perbaikan struktur biaya ini menjadi faktor kunci dalam kelanjutan reli saham di jangka menengah.
GoTo terus memperluas skala bisnis melalui sinergi antara layanan e-commerce, fintech, dan platform on-demand. Perbaikan operasional terlihat dari peningkatan ATU dan konversi pelanggan yang lebih efektif. Cetro Trading Insight menilai bahwa momentum ini mencerminkan ekosistem yang lebih kuat dan kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan data pelanggan dalam meningkatkan nilai bagi pengguna dan mitra usaha.
Perusahaan mulai mengintegrasikan berbagai inisiatif kecerdasan buatan untuk menekan biaya layanan dan meningkatkan interaksi dengan pengguna. Strategi AI mencakup otomasi proses internal, rekomendasi produk yang lebih tepat, serta personalisasi penawaran yang meningkatkan konversi. Upaya ini diharapkan mendukung pertumbuhan pendapatan tanpa membesar biaya secara proporsional.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa laba bersih pertama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan. Ia menekankan kerja keras tim dalam mendorong pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai bagi mitra serta pelanggan. CFO Simon Ho menambahkan bahwa operating leverage kini lebih terstruktur, dengan biaya layanan yang turun seiring implementasi teknologi dan AI.
Para analis melihat momentum positif dari hasil kuartal pertama ini sebagai sinyal fundamental yang kuat untuk GoTo. Meski demikian, investor tetap mempertimbangkan dinamika makroekonomi global dan potensi tekanan persaingan. Cetro Trading Insight menyarankan pendekatan berhati-hati sambil menilai kelanjutan pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya.
Harga saham sempat melonjak ke Rp57 per lembar setelah berita laba, mencerminkan reaksi pasar terhadap perbaikan dasar keuangan. Volume perdagangan berada pada level tinggi, menandakan minat investor terhadap fundamental perusahaan. Namun, para pelaku pasar menyeimbangkan optimisme dengan risiko eksternal yang bisa mempengaruhi langkah GoTo ke depan.
Prospek jangka menengah tetap positif jika perusahaan mampu menjaga pertumbuhan pendapatan sambil meningkatkan EBITDA dan arus kas. Tantangan utama meliputi volatilitas ekonomi global, persaingan yang intens, serta potensi tekanan biaya yang datang dari inovasi teknologi dan integrasi layanan. GoTo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan strategi pertumbuhan, menjaga disciplin biaya, dan memperluas dukungan kepada mitra driver sebagai pilar utama keberlanutan.