
GOTO mengakhiri program buyback saham dalam rentang satu tahun dengan realisasi sekitar 7,59 miliar saham Seri A, berlangsung dari 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026. Dalam keterbukaan informasi, Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan bahwa pembelian kembali saham sebagaimana disetujui pada RUPSLB 18 Juni 2025 telah berakhir. Aksi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga likuiditas dan nilai saham di mata investor.
Saham treasuri GOTO bertambah menjadi 39,78 miliar lembar, sekitar 3,33 persen dari total saham tercatat di BEI. Sementara itu, jumlah saham yang beredar berkurang akibat aksi treasuri sekitar 1,15 triliun lembar. Perubahan ini berdampak pada struktur kepemilikan dan berpotensi mempengaruhi metrik seperti laba per saham (EPS), sebagaimana dicatat untuk analisis pasar.
GOTO juga mengumumkan rencana buyback kembali untuk satu tahun ke depan dengan alokasi dana maksimal Rp3,5 triliun, termasuk biaya transaksi dan komisi broker. Rencana ini disetujui dalam RUPST pada 18 Juni 2026 dan proses buyback akan berlangsung dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027. Dana buyback berasal dari kas internal perseroan, didukung kas dan setara kas serta deposito, sambil mempertimbangkan kewajiban keuangan lain. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini mencerminkan strategi perusahaan untuk menjaga likuiditas sambil memberi sinyal positif kepada investor.
Hingga akhir 2025, GOTO menunjukkan kemampuan kas yang cukup untuk menutupi program buyback dan kebutuhan likuiditas jangka pendek. Perusahaan mencatat kas dan setara kas sebesar Rp21,75 triliun, ditambah deposito berjangka Rp305 miliar, sehingga total likuiditasnya cukup memadai meski mencatat kerugian bertahun-tahun.
Di sisi kewajiban, GOTO mencatat liabilitas jangka pendek sebesar Rp10,65 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp6,39 triliun, menggambarkan profil leverage yang masih terkendali. Struktur neraca ini memberikan landasan bagi rencana buyback yang didanai dari kas internal tanpa menambah utang baru, sebuah faktor yang dinilai pasar sebagai positif jangka menengah.
Harga saham GOTO saat ini sekitar Rp50 per lembar, yang merupakan batas bawah perdagangan untuk saham yang tidak masuk papan pemantauan khusus. Pada pukul 10.15 WIB, terlihat antrean jual mencapai sekitar 130 juta lot, menandakan tekanan jual meski program buyback berjalan. Investor akan menilai bagaimana likuiditas perseroan dan langkah buyback mempengaruhi kinerja serta harga saham dalam beberapa kuartal mendatang.