Harga emas Antam terkoreksi dari rekor, emas global rebound jelang kebijakan moneter AS

Harga emas Antam terkoreksi dari rekor, emas global rebound jelang kebijakan moneter AS

trading sekarang

Harga emas batangan Antam turun menjadi Rp 2.844.000 per gram pada perdagangan Selasa 3 Februari 2026, turun Rp 183.000 dari level sebelumnya yang berada di atas Rp 3 juta per gram. Sebelumnya, harga sempat mencatat rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026, menandai puncak lonjakan singkat yang diikuti fase koreksi. Pergerakan ini mencerminkan normalisasi pasar setelah rally cepat yang mendorong permintaan konsumen dan investor ritel.

Koreksi hari ini menjadi salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa waktu, menunjukkan berkurangnya dorongan beli setelah lonjakan drastis. Meski demikian, sinyal teknikal di beberapa level penting tetap menjaga struktur tren jangka menengah yang positif. Investor domestik tetap mencermati faktor eksternal seperti volatilitas global dan dinamika kebijakan moneter.

Analisis jangka panjang tetap menyorot prospek positif karena ketidakpastian global yang berlarut serta ekspektasi kebijakan moneter AS yang cenderung ketat. Konsumen dan pelaku pasar menilai risiko utang negara maju, di tengah permintaan lindung nilai terhadap gejolak pasar. Cetro Trading Insight menilai pandangan ini mendasari strategi investasi yang berhati-hati namun tetap konstruktif.

Di pasar internasional, harga emas global rebound ke sekitar USD 4.930 per troy ounce, bertahan di atas zona Fibonacci Extension utama meski rally lanjutan masih tertahan. Setelah rally tajam, harga sempat turun menuju kisaran USD 4.402,40 sebelum memantul lagi, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi. Pemulihan harga ini menunjukkan minat pembeli kembali muncul di level yang lebih rendah.

Isu kebijakan moneter di Amerika Serikat menjadi pendorong utama pergerakan harga, dengan reputasi hawkish yang terkait dengan kandidat Ketua Fed yang diajukan. Laju kebijakan jelas menjadi faktor utama bagi fluktuasi imbal hasil dan dolar AS, sehingga trader memantau langkah kongres terkait persetujuan kerangka fiskal. Sisi fiskal juga kebagian dampak, karena pembahasan penutupan sebagian pemerintah menunda rilis data utama pekerjaan.

Secara umum, prospek jangka panjang untuk logam berharga tetap positif menurut analis global berkaliber tinggi, karena gejolak geopolitik dan kekhawatiran utang negara maju. Perubahan kebijakan moneter yang lebih ketat dan ketidakpastian perdagangan memberikan dukungan terhadap daya tarik aset lindung nilai. Meski begitu, dinamika data tenaga kerja dan arus likuiditas global akan menentukan arah jangka menengah ke depan.

Dari sisi teknikal, pergerakan di atas Fibonacci Extension 61,8% dan Simple Moving Average SMA menengah menunjukkan struktur tren jangka menengah yang masih konstruktif meski volatilitas tinggi. RSI yang sebelumnya turun tajam telah bergerak ke area menengah sekitar 50, mengindikasikan tekanan jual mereda meski momentum bullish belum pulih sepenuhnya. Hal ini menggarisbawahi keseimbangan antara peluang pembeli dan penjual saat ini.

Tekanan jual berhasil ditahan di sekitar zona 4.400 dolar AS per ounce dalam beberapa sesi, sementara rebound membangun dasar baru untuk konsolidasi. Area resistance teknis utama berada di kisaran USD 5.200–5.300 per ounce, menjadi hambatan kunci jika harga berusaha menembus level tersebut. Trader memperhatikan pergerakan di bawah support sekitar USD 4.800 untuk sinyal penurunan yang lebih lanjut.

Untuk investor ritel yang mempertimbangkan posisi baru, rekomendasi tetap berhati-hati karena sinyal trading dari artikel ini tidak mengarah ke satu arah. Karena volatilitas tinggi, risiko terhadap posisi jangka pendek cenderung lebih besar daripada potensi imbal hasil. Sinyal trading dinilai sebagai no dan level tidak ditetapkan; jika ada peluang, ide trading perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing dengan rasio risiko/imbalan minimal 1 banding 1,5.

broker terbaik indonesia