Emas bergerak kuat dengan kenaikan lebih dari 2% hingga menembus level sekitar USD 4800 per troi ounce, menurut riset DBS Group. Fenomena ini dipicu oleh dua faktor utama: gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang menurunkan risiko eskalasi mendesak, serta respons pasar terhadap potensi perbaikan arus pengapalan melalui Selat Hormuz. Para analis menekankan bahwa dinamika geopolitik hanyalah sebagian dari cerita; kelanjutan dari truce akan menjadi penentu arah selanjutnya.
Para analis menilai bahwa pemulihan volume kapal di jalur utama perdagangan dapat menambah sentimen positif terhadap emas. Selain itu, permintaan marjinal tetap kuat karena perubahan sikap kebijakan dan intervensi bank sentral, seperti pembelian berkelanjutan oleh PBoC, turut memperkuat dukungan pada logam kuning ini. Secara teknikal, pergerakan harganya membutuhkan konfirmasi lebih lanjut untuk meyakinkan tren jangka menengah.
Dalam konteks berita geopolitik, beberapa faktor risiko tetap ada, namun konsensusnya adalah bahwa tren pelemahan risiko jangka pendek telah meredam kejutan mendadak. Media menyiratkan bahwa jika arus pengapalan kembali normal dalam dua minggu ke depan, maka fondasi untuk gencatan lebih panjang bisa tercipta dan akan menambah peluang emas untuk melanjutkan tren naik. Cetro Trading Insight merekomendasikan tetap memantau dinamika kebijakan dan data permintaan untuk konfirmasi lebih lanjut.
PBoC memperpanjang tren pembelian cadangan devisa hingga bulan ke-17 berturut-turut pada Maret, menambah 160.000 ons troi ke cadangan. Langkah ini menunjukkan komitmen Beijing untuk mendukung harga emas melalui permintaan asing yang berlimpah. Sementara itu, sinyal kebijakan global menandakan bahwa dukungan bank sentral terhadap emas tetap hidup meskipun volatilitas pasar berlanjut.
Di sisi lain, arus masuk modal dan kestabilan nilai tukar mempengaruhi struktur permintaan jangka panjang. Pembelian ekstensif oleh PBoC memberikan dukungan fundamental terhadap emas sebagai aset lindung nilai dan diversifikasi portfolio negara. Dengan konteks ini, investor institusional cenderung menilai emas sebagai pilihan untuk mengimbangi eksposur terhadap risiko geopolitik.
Kondisi ini juga memperkuat narasi bahwa permintaan struktural dari pusat kebijakan Asia dapat menjaga momentum harga. Namun, para analis menekankan bahwa faktor-faktor lain seperti produksi pertambangan, biaya produksi, dan dinamika dolar AS tetap menjadi variabel penting. Cetro Trading Insight akan terus memantau data cadangan dan aliran arus modal untuk pembaruan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, perkembangan belakangan menegaskan bahwa emas didorong oleh kombinasi risiko geopolitik dan dukungan permintaan jangka panjang. Pergerakan harga yang melampaui USD 4800 menunjukkan minat beli yang kuat, meskipun arah ke depan sangat tergantung pada bagaimana keduafaktor utama—ketenangan politik dan pembelian bank sentral—berjalan. Investor perlu menyadari bahwa tren ini bisa mengalami volatilitas jika data ekonomi atau eskalasi geopolitik berubah.
Dari sudut pandang teknikal dan fundamental, peluang untuk kenaikan lebih lanjut tetap ada asalkan arus perdagangan dan aliran pembelian PBoC tetap stabil. Sinyal saat ini tidak memberikan rekomendasi pembelian atau penjualan yang spesifik karena ketidakpastian arah jangka pendek yang masih ada. Risk-reward yang diharapkan setidaknya 1:1.5, dengan fokus pada manajemen risiko dan diversifikasi portofolio.
Seiring berjalannya waktu, pemantauan terhadap arus kapal di Hormuz, cadangan devisa negara mitra, dan data permintaan fisik tetap menjadi kunci. Artikel ini disusun untuk publik oleh Cetro Trading Insight dan akan diperbarui seiring perkembangan pasar emas. Pembaca disarankan mengikuti laporan resmi dan analisis pasar berkala guna menilai perubahan tren secara berkala.