
Harga XAU/USD melemah mendekati level $4.060 pada sesi Asia Senin, mencerminkan tekanan jual di tengah ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan ekspektasi The Fed yang lebih hawkish. Pasar menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) sebagai panduan arah kebijakan moneter AS. Analisis di Cetro Trading Insight membantu pembaca memahami dinamika pasar logam mulia.
Pergerakan harga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Hormuz dan komentar pemerintah Iran mengenai jalur pelayaran. Eskalasi bisa menambah tekanan inflasi global dan mengubah sikap pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga. Meskipun demikian, level teknis tetap menjadi fokus, dengan potensi dukungan di sekitar 4.000–4.100 dolar per ounce.
Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September 2026 berada sekitar 59,7 persen. Data NFP yang dirilis nanti pekan ini dapat memberikan petunjuk mengenai jalur kebijakan The Fed dan respons pasar obligasi terhadap prospek dolar. Secara umum, risiko geopolitik dan dinamika kebijakan tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi XAU/USD.
Ketegangan antara AS dan Iran tetap menjadi risiko utama bagi pergerakan emas. Setiap sinyal ancaman terhadap jalur Hormuz bisa menambah tekanan pada inflasi dan mendorong investor mencari perlindungan pada aset safe-haven. Pasar juga memperhatikan dampak terhadap harga minyak dan imbal hasil US Treasuries.
Rasa hawkish The Fed memperketat biaya peluang memegang emas, meskipun logam mulia sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Data ekonomi terkait tenaga kerja, inflasi, dan pendapatan tetap akan mempengaruhi jalur kebijakan jangka menengah. Investor menimbang apakah kebijakan dovish atau hawkish akan menstabilkan atau menekan harga logam.
Volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter. Trader memantau level support dan resistance utama di sekitar 4.000 dan 4.100 dolar untuk petunjuk arah. Pergerakan harga bisa berubah arah sesuai kepastian data makro dan sentimen pasar.
NFP yang akan dirilis pada Kamis diperkirakan menunjukkan kenaikan sekitar 114.000 pekerjaan di bulan Juni, dengan tingkat pengangguran diperkirakan 4,3 persen. Hasilnya akan menjadi sinyal penting bagi jalur kebijakan The Fed dan respons pasar terhadap inflasi. Analisis di Cetro Trading Insight menekankan bahwa data tenaga kerja menjadi pendorong utama volatilitas bulan ini.
Jika NFP menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, pasar bisa menilai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dan menekan harga emas. Sebaliknya, jika angka menunjukkan perlambatan, ekspektasi dovish bisa mengurangi tekanan pada logam mulia. Kedua skenario akan mempengaruhi aliran dana ke aset perlindungan nilai dan imbal hasil obligasi.
Secara teknikal, XAU/USD berada dekat $4.060 dengan volatilitas yang meningkat menjelang rilis NFP. Dalam skenario bearish, target turun bisa menuju sekitar $4.000, sedangkan jika sentimen membaik, pergerakan bisa rebound. Rasio risiko-imbalan yang ditetapkan untuk posisi jual adalah minimum 1:1.5.