
Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar. Ancaman gangguan pasokan energi dapat mendorong inflasi dan memperkuat permintaan safe-haven seperti emas. Menurut analisis Cetro Trading Insight, harapan bahwa diplomasi AS-Iran bisa meredakan harga energi menambah dukungan bagi logam kuning tersebut.
Harga XAU/USD rebound ke level sekitar 4,140-4,141 sejak sesi Asia, didorong oleh optimisme diplomatik dan persepsi bahwa negosiasi dapat meredakan ketegangan pasar energi. Investor menimbang risiko geopolitik terhadap prospek kebijakan moneter AS dan aliran dana safe-haven. Analis menilai pergerakan ini tetap rapuh dan bisa berubah jika dukungan negosiasi menguap.
Di tengah dinamika geopolitik, dolar AS menunjukkan daya tariknya sebagai mata uang cadangan, menekan sebagian keuntungan emas ketika sentimen risiko berkurang. Sementara itu, aksi militer dan respons regional menambah volatilitas dan membatasi upaya kenaikan harga meski ada dorongan diplomatik. Pada akhirnya, risiko eskalasi lebih lanjut tetap menjadi faktor kunci yang diwaspadai para pelaku pasar.
Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah pelaku pasar. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan sikap hawkish dan menahan penurunan suku bunga jangka pendek. Dalam konteks itu, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai oleh sebagian investor meski volatilitasnya tetap tinggi.
Alat FedWatch CME Group menunjukkan peluang sekitar 88% bahwa bank sentral AS menaikkan suku bunga setidaknya sekali pada akhir tahun ini. Prospek pengetatan kebijakan itu mendorong imbal hasil dan penguatan dolar AS, yang cenderung membatasi kenaikan emas. Namun, beberapa analis menekankan bahwa faktor geopolitik tetap bisa mengubah dinamika arus investasi pada logam mulia.
Analisis OCBC menampilkan pandangan bahwa emas kemungkinan bergerak dua arah dalam jangka pendek. Pemulihan yang lebih berkelanjutan membutuhkan penurunan harga minyak, pelonggaran imbal hasil riil, dan ekspektasi kebijakan Fed yang lebih jelas. Sampai saat itu, momentum teknikal tetap terjaga meski langkah harga bisa berfluktuasi.
Secara teknikal, pergerakan XAU/USD bergantung pada penembusan di atas level 38.2% retracement dari penurunan sejak pertengahan Juni serta penutupan di atas sekitar 4.100. Kondisi ini akan meningkatkan bobot narasi bullish pada kerangka waktu 4 jam. Jika harga mampu menutup di atas 200-SMA pada timeframe tersebut, peluang kenaikan lebih lanjut bisa terbuka.
Indikator momentum menunjukkan RSI berada di sekitar 69.9 mendekati wilayah overbought, sementara MACD tetap positif dengan garis di atas nol. Kedua indikator ini menandakan tekanan kenaikan masih ada meski relatif telah panjang pergerakannya. Namun, sinyal ini juga mengisyaratkan risiko pembalikan jika momentum melemah tanpa konfirmasi baru.
Level resistance utama yang perlu diperhatikan meliputi 4,163.16; 4,215.39; 4,289.75 dan 4,384.47, sedangkan support terdekat terlihat di sekitar 4,128.26, di bawah level 4,110.93 dan 4,046.31. Break di atas level 200-SMA dan penutupan yang kuat di atas level-level tersebut akan meningkatkan peluang tren bullish. Skenario downside tetap menjaga kisaran di sekitar level dukungan struktural 3,941.85 jika tekanan jual kembali muncul.