Harga emas XAU/USD melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis meskipun tekanan jual berkelanjutan belum terlihat. Laju minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga dorongan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS kembali menekan emas. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjaga sentimen terhadap aset lindung nilai.
Data CPI AS bulan Februari menunjukkan kenaikan 0,2 persen secara bulanan dan laju tahunan tetap di 3,1 persen. Analis menilai jika harga minyak tetap tinggi atau naik lebih lanjut, ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS bisa tertunda, sehingga risiko inflasi tetap terjaga dan dampaknya terhadap kebijakan moneter tetap relevan.
Kenaikan tensi di Timur Tengah menambah risiko pasokan dan memberi sokongan bagi aset lindung nilai dalam jangka pendek. Laporan lain juga menyebut serangan terhadap kapal minyak di wilayah Teluk, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan global. Menurut Cetro Trading Insight, gejolak geopolitik menjaga volatilitas harga tetap tinggi.
Secara teknis pasangan XAU/USD menunjukkan bias negatif pada kerangka waktu empat jam meski harga tetap berada di atas Moving Average 200-periode sekitar 5,083. Hal ini menjaga tren naik dalam saluran jangka menengah, meskipun tekanan dari faktor fundamental sedang berkembang.
Indikator MACD telah melunak dari level puncak sebelumnya namun masih berada di wilayah positif, sehingga momentum cenderung melunak alih alih membalik arah. RSI berada tepat di bawah 50, menandakan keseimbangan yang cenderung datar dengan peluang kenaikan moderat jika ada dorongan teknis.
Support berada di sekitar 5,116 dengan penembusan di bawah area tersebut membuka jalan menuju 5,080. Rintangan atas berada di 5,200 dan jika tertembus ke atas membuka jalan menuju 5,570. Selama harga berada di atas 5,116, penurunan cenderung menarik pembeli, sedangkan penolakan di bawah 5,200 menjaga emas dalam fase konsolidasi di atas saluran bullish.
| Level | Keterangan |
|---|---|
| Support utama | Sekitar 5,116 di atas SMA 200 |
| Downside potensial | 5,080 jika break 5,116 |
| Rintangan atas | 5,200 |
| Target jangka panjang | 5,570 jika keluar dari saluran |
Investors memperhatikan kenaikan harga minyak dan kekuatan dolar yang meningkat sebagai faktor utama arah pergerakan. Dorongan inflasi serta dinamika geopolitik menambah justifikasi untuk volatilitas di pasar komoditas utama.
Fokus pada data pekerjaan AS serta indeks PCE pada Jumat menjadi sorotan bagi para pelaku pasar. Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan dinamika harga minyak dapat mempengaruhi kebijakan bank sentral serta sentimen risiko global secara umum.
Melihat volatilitas yang masih tinggi, rekomendasi umum adalah menunda sinyal trading hingga adanya konfirmasi. Rasio risiko terhadap imbalan sebaiknya minimal 1:1.5 jika sebuah sinyal muncul. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.