Harga minyak mentah kembali naik dan menyentuh level tertinggi mingguan sekitar 93,70 dolar AS per barel. Kegagalan pembukaan Hormuz dinilai sebagai faktor utama di balik pergerakan tersebut. Penutupan Selat Hormuz terkait sanksi ekonomi AS terhadap pelabuhan pantai Iran mempertajam kekhawatiran pasokan global yang melibatkan sekitar 20 persen produksi energi dunia.
Situasi geopolitik ini meningkatkan risiko berkelanjutan bagi rantai pasokan minyak. Iran tetap menahan pembukaan Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap blokade AS. Perkembangan di kawasan ini menjadi fokus utama bagi pelaku pasar karena implikasinya terhadap volatilitas harga energi.
Menurut laporan resmi, dinamika di wilayah tersebut menimbulkan spekulasi mengenai arah pergerakan harga minyak dalam beberapa minggu ke depan. Laporan ini menekankan bahwa bagaimanapun situasinya, tekanan pada pasokan global tetap menjadi faktor pendukung bagi tren kenaikan harga minyak.
WTI diperdagangkan sekitar 93,70 dolar AS per barel dan tetap berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar 90,96 dolar. Kondisi ini mengindikasikan tren naik jangka pendek masih kokoh, dengan dukungan garis tren naik yang bersumber dari level 76,42 dolar.
Indikator momentum menunjukkan RSI sekitar 54 setelah pulih dari dekat 60,0, menandakan kelanjutan potensi kenaikan setelah koreksi yang sehat. Penawaran dan permintaan tampak seimbang dalam kerangka teknikal yang sedang berlangsung, sehingga peluang perpanjangan rally tetap ada.
Di sisi atas, resistance utama berada di wilayah garis tren menurun dengan referensi utama di sekitar 100,39 dolar, sedangkan support terdekat terlihat di 90,96 dolar. Jika harga menutup harian di bawah 90,96, sentimen bullish jangka pendek bisa melemah dan tekanan bisa berlanjut ke tren dukungan di sekitar 79,61 dolar.
Dalam konteks pasar saat ini, terdapat peluang beli jika harga mempertahankan posisi di atas 20 hari moving average dan tetap berada pada jalur tren kenaikan. Dengan peluang risiko yang terukur, peluang keuntungan jangka pendek cukup menarik bagi para trader yang mengikuti dinamika geopolitik dan sinyal teknikal.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah memasuki posisi beli dengan harga pembukaan sekitar 93,70 dolar, menargetkan sekitar 100,39 dolar, dan menempatkan stop loss di sekitar 90,96 dolar. Rasio risiko-peluang lebih dari 1 banding 1,5 membuat strategi ini relatif seimbang jika kondisi pasar tetap konsisten.
Catatan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa meskipun tren teknikal mendukung rebound, risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama. Trader disarankan untuk memantau perkembangan di Hormuz dan potensi perubahan kebijakan yang dapat memicu volatilitas tambahan.