Harga Minyak Melonjak Lebih dari 4% Akibat Ketegangan Iran–AS

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 4% Akibat Ketegangan Iran–AS

Signal BR/ENTBUY
Open94.980
TP97.500
SL93.500
trading sekarang

Harga minyak melesat secara mengejutkan setelah laporan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat dan meningkatkan tekanan di Selat Hormuz. Ketegangan di Timur Tengah berkembang cepat dan pelaku pasar menilai jalur pasokan energi global bisa terganggu jika Hormuz benar benar diblokir. Cetro Trading Insight melihat dinamika ini sebagai katalis utama pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.

Brent untuk pengiriman bulan depan ditutup naik 4,2 persen di level 94,98 dolar per barel, sementara WTI melonjak 5,5 persen menjadi 92,16 dolar per barel. Kenaikan ini sempat mencapai lebih dari 6 persen pada pembukaan perdagangan, mencerminkan sentimen risiko yang memburu investor. Pasar energi tengah menilai risiko pasokan bisa lebih rapuh di tengah eskalasi ketegangan geopolitik.

Meski demikian, komentar Presiden AS yang menilai belum ada konfirmasi penghentian negosiasi membuat lonjakan harga tidak sepenuhnya berkelanjutan. Trump mengklaim tidak mengetahui penghentian negosiasi dan menyatakan kontak melalui pihak perantara dengan Hizbullah. Meski ketegangan meningkat, kepastian politik belum tercapai sehingga volatilitas tetap tinggi.

Ancaman blokade Hormuz serta potensi pembukaan front pelayaran lain menambah ketidakpastian bagi aliran minyak global. Jalur Bab el-Mandeb saat ini menjadi kunci bagi Arab Saudi untuk mengarahkan sekitar 4 hingga 6 juta barel minyak per hari ke pasar internasional. Penutupan atau gangguan jalur ini bisa menambah premi risiko pada harga minyak yang sudah tinggi.

Di sisi lain, data ekonomi China yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan aktivitas manufaktur masih stagnan, membangkitkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menekan permintaan energi dan berpotensi menahan laju kenaikan harga dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, eskalasi konflik mempersempit ruang bagi reli harga minyak dan meningkatkan kebutuhan akan kepastian aturan navigasi jalur pengiriman minyak. Investor menilai bahwa kejelasan kebijakan serta keselamatan pelayaran di Selat Hormuz menjadi prasyarat untuk pergerakan pasar yang lebih stabil.

Dari sudut pandang fundamental, geopolitik membentuk kerangka utama pergerakan minyak di beberapa hari ke depan. Cetro Trading Insight menilai perubahan situasi politik di Timur Tengah akan menjadi penentu arah bagi harga minyak mentah berjangka Brent dan WTI dalam sesi perdagangan berikutnya, meski faktor ekonomi global juga perlu diperhatikan.

Sinyal trading: posisi long untuk Brent di sekitar open 94,98 dolar per barel direkomendasikan dengan target profit 97,50 dolar per barel dan stop loss di 93,50 dolar per barel. Rasio risiko terhadap potensi keuntungan lebih dari 1:1,5, memberi peluang cukup menarik jika harga bergerak sesuai skenario utama.

Manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas yang tinggi dan potensi perubahan besar jika jalur diplomatik membaik atau konflik menurun. Pemain pasar dianjurkan memantau pembaruan resmi dan dinamika perdagangan untuk menyesuaikan posisi secara tepat sesuai situasi aktual.

banner footer