
Harga minyak mentah bergerak bullish di sesi Eropa pada Senin, didorong eskalasi konflik di Timur Tengah. Pasar menilai potensi gangguan pasokan sebagai faktor utama, meski data permintaan global tetap menjadi penentu arah. WTI diperdagangkan mendekati 103,50 dolar AS per barel, sementara Brent berada di sekitar 112 dolar per barel. Pergerakan ini menunjukkan minat investor terhadap aset energi di tengah ketidakpastian geopolitik.
Pembalikan harga hari itu memperlihatkan kecepatan momentum kenaikan. WTI naik sekitar 4% dan Brent melonjak sekitar 4,1% sepanjang hari. Para analis menilai dinamika produksi, jalur ekspor, dan potensi gangguan pasokan di wilayah tersebut sebagai pendorong utama.
Para pelaku pasar juga menimbang faktor teknikal sebelum mengambil posisi besar. Terjangan geopolitik sering memicu volatilitas jangka pendek, sementara data stok minyak dan permintaan global bisa mengubah arah secara tiba-tiba. Dalam konteks ini, investor disarankan untuk mempertimbangkan rencana lindung nilai dan menjaga eksposur yang sesuai dengan profil risiko.
Laporan dari Fars News Agency Iran menyatakan bahwa sebuah kapal perang AS yang mencoba melewati Selat Hormuz ditembak dua misil setelah ia mengabaikan peringatan Iran. Menurut laporan itu, kapal tersebut akhirnya mundur. Sumber-sumber ini menambah kekhawatiran akan eskalasi di jalur pengiriman minyak utama.
Menurut TV negara Iran, kapal itu mundur dan Teheran mengklaim berhasil menjaga jalur Hormuz tetap terbuka bagi kapal lainnya. Pihak berwenang AS belum memberikan konfirmasi independen terhadap laporan tersebut. Pasar menilai potensi dampak geopolitik terhadap aliran minyak adalah faktor yang perlu dipantau secara berkelanjutan.
Ketegangan ini menambah volatilitas pasar minyak dan menguji toleransi risiko para trader. Sinyal bahwa pasokan bisa terganggu mendorong spekulasi jangka pendek, meskipun langkah-stabilisasi dan produksi oleh produsen utama dapat meredam fluktuasi. Cetro Trading Insight menekankan bahwa konteks geopolitik menuntut pendekatan risk management yang disiplin dan rencana aksi yang jelas bagi pelaku pasar.