Harga Minyak Sawit Menguat: Didorong Dalian, Minyak Nabati Global, dan Kebijakan Ekspor Indonesia

Harga Minyak Sawit Menguat: Didorong Dalian, Minyak Nabati Global, dan Kebijakan Ekspor Indonesia

trading sekarang

Harga minyak sawit mentah melesat tajam di sesi perdagangan Jumat, menandai momentum bullish yang berpotensi mengangkat reli mingguan kedua secara berturut-turut. Geliat pasar didorong oleh pergerakan minyak nabati pesaing di Dalian dan sentimen menjelang libur panjang yang memicu optimisme pelaku pasar. Perkembangan ini menjadi fokus bagi para trader karena gambaran permintaan global masih solid meski ada ketidakpastian terkait kebijakan ekspor.

Kontrak acuan Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,29 persen menjadi 4.550 ringgit Malaysia per ton pada jam 14.56 WIB. Sepekan ini, kontrak tersebut telah naik 1,43 persen. Menurut seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, pergerakan hari ini diperkirakan didorong faktor eksternal, termasuk dinamika pasar Dalian dan minyak kedelai, serta sentimen membaik menjelang libur panjang.

Perdagangan futures diperkirakan ditutup pada 1-2 Juni dan dibuka kembali pada Rabu 3 Juni, menambah konteks volatilitas sesi saat ini. Kontrak minyak kedelai di Dalian naik 0,68 persen, sementara minyak sawitnya bertambah 0,24 persen. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,18 persen.

Minyak nabati global terus menjadi barometer utama dinamika harga, dengan persaingan di antara produsen besar yang mendorong perubahan pangsa pasar. Pergerakan harga dipengaruhi oleh data pasar Dalian, Chicago, serta kebijakan ekspor yang dapat mengubah aliran pasokan ke pasar utama. Sebagai lembaga analisis, Cetro Trading Insight menilai potensi arah pasar berdasarkan laporan ini.

Minyak kedelai di Dalian naik 0,68% sementara minyak sawit naik 0,24%; kondisi ini menandai sinyal kuat untuk pembeli di sektor nabati. Sementara itu, minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,18%, menunjukkan pergeseran permintaan regional. Pergerakan harga ini membentuk kerangka harga global dan potensi diferensiasi antar pasar.

Di Indonesia, pemerintah bertemu kelompok petani sawit pada hari Jumat untuk membahas kekhawatiran terkait penurunan tajam harga tandan buah segar akibat rencana penyaluran seluruh ekspor minyak sawit melalui lembaga negara. Pertemuan ini menyoroti risiko kebijakan baru terhadap rantai pasokan domestik dan bagaimana hal itu bisa memicu volatilitas harga jangka pendek. Data perdagangan global menunjukkan bahwa impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025/2026 mencapai 11,95 juta ton hingga 24 Mei, turun 8 persen YoY, sedangkan impor minyak sawit UE turun 4 persen menjadi 2,55 juta ton.

banner footer