Harga Perak Bangkit ke Kisaran $69, Investor Menanti Pidato Fed di Jackson Hole

Harga Perak Bangkit ke Kisaran $69, Investor Menanti Pidato Fed di Jackson Hole

Signal XAG/USDBUY
Open69.100
TP71.500
SL67.500
trading sekarang

Harga perak (XAG/USD) kembali menunjukkan taji dengan mencatatkan pemulihan pada perdagangan hari Kamis di sesi Asia, setelah mengalami tekanan jual pada hari sebelumnya. Saat ini, aset safe haven tersebut ditransaksikan di sekitar level $69,10 per troy ounce. Fokus pasar saat ini tertuju pada simposium tahunan Jackson Hole yang akan segera berlangsung.

Para pelaku pasar secara global sedang menantikan pidato penting dari pejabat tinggi Federal Reserve, Kevin Warsh. Pidato ini diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat ke depan. Ketidakpastian mengenai langkah suku bunga berikutnya membuat pergerakan komoditas logam mulia menjadi sangat sensitif terhadap pernyataan dari otoritas moneter tersebut.

Melalui analisis tim Cetro Trading Insight, volatilitas harga perak diperkirakan akan meningkat menjelang akhir pekan ini. Investor disarankan untuk memantau rilis berita terbaru melalui platform trading resmi kami guna mengantisipasi pergerakan harga yang cepat. Pemanfaatan manajemen risiko yang ketat sangat direkomendasikan dalam menghadapi volatilitas tinggi di pasar komoditas saat ini.

Tekanan inflasi di Amerika Serikat kembali menunjukkan tanda-tanda pemanasan setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Juli dirilis. Indeks harga PCE dilaporkan meningkat sebesar 0,2% secara bulanan (month-on-month), melampaui proyeksi konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,1%. Angka ini membawa tingkat inflasi tahunan AS merangkak naik ke level 3,7%.

Rilis data ekonomi ini memaksa para pelaku pasar untuk kembali mengevaluasi proyeksi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan depan. Meskipun inflasi meningkat, perak tetap mampu mempertahankan posisinya karena ketakutan pasar terhadap potensi krisis utang AS jangka panjang. Hal ini mendorong permintaan terhadap aset pelindung nilai (safe haven) demi mengantisipasi pelemahan nilai tukar Dolar AS.

Analis Cetro Trading Insight menilai bahwa fenomena debasement trade atau perdagangan devaluasi mata uang fiat menjadi salah satu motor utama penopang harga logam mulia saat ini. Ketika nilai mata uang kertas terus tergerus oleh inflasi dan beban utang negara yang menumpuk, kepemilikan aset berwujud seperti perak menjadi opsi investasi yang sangat rasional bagi para pengelola dana global.

Selain faktor moneter, penguatan harga perak juga didukung oleh fondasi fundamental industri yang sangat solid dan terus berkembang. Logam ini memegang peran krusial dalam transisi energi hijau global berkat konduktivitas listriknya yang luar biasa. Permintaan fisik perak tercatat terus melonjak terutama untuk pembuatan panel surya fotovoltaik dan komponen kendaraan listrik (EV).

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga memberikan katalis positif tambahan bagi sektor komoditas ini. Perak digunakan secara masif dalam infrastruktur pusat data (data center) berkecepatan tinggi yang menopang komputasi AI modern. Kombinasi antara fungsi pelindung nilai keuangan dan kebutuhan sektor teknologi riil membedakan perak dari aset komoditas lainnya.

Namun demikian, lembaga keuangan TD Securities memperingatkan bahwa reli harga logam mulia mungkin masih terlalu dini untuk menguji rekor tertinggi baru dalam waktu dekat. Risiko geopolitik dan pergerakan di pasar energi global tetap harus diwaspadai karena berpotensi memicu koreksi teknikal jangka pendek. Bagi para trader, situasi ini menawarkan peluang buy on weakness yang menarik dengan target harga yang realistis di platform Cetro.

banner footer