Harga perak (XAG/USD) melemah setelah sempat menguat tipis kemarin dan terlihat berada sekitar 77,60 dolar AS per troy ounce pada sesi Asia hari Kamis. Para analis menilai bahwa sentimen terhadap logam mulia masih rentan karena kekhawatiran inflasi meningkat akibat tekanan pada harga energi. Ketidakpastian geopolitis di wilayah Timur Tengah menambah volatilitas di pasar logam mulia.
Ketegangan di Selat Hormuz mendorong gangguan pasokan energi global, sehingga arah pergerakan harga perak tetap berada dalam kawasan rendah. Pasar juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa inflasi akan tetap tinggi meski bank sentral tidak segera memangkas suku bunga. Kondisi ini membuat logam berimbal hasil tetap dipantau sebagai lindung nilai terhadap volatilitas harga energi.
Menurut jajak pendapat Reuters, 56 dari 103 ekonom memperkirakan The Fed akan menahan kisaran suku bunga 3,5 persen hingga 3,75 persen setidaknya hingga September. Ekspektasi kebijakan moneter yang relatif stabil mendukung dolar AS dan menambah tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan hasil. Kondisi ini memperkaya narasi bahwa perak bisa berada dalam fase konsolidasi jangka pendek.
Iran terus menegaskan kendali atas Selat Hormuz dengan membatasi transit dan dilaporkan menargetkan kapal kapal tertentu. Langkah ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global dan menambah tekanan pada inflasi di berbagai negara. Pasar menilai bahwa eskalasi regional bisa memperpanjang volatilitas harga energi dan komoditas.
Parlemen Iran dan negosiator utama menegaskan bahwa pembukaan ulang selat itu sulit dilakukan dalam waktu dekat sambil menuduh pihak Amerika Serikat dan Israel melanggar gencatan senjata. Sisi lain melaporkan bahwa kekhawatiran atas tindakan tegas berpotensi memicu respons balasan di wilayah tersebut. Ketegangan ini terus menjadi faktor volatilitas utama bagi pasar energi global.
Dalam perkembangan terbaru, laporan media menunjukkan adanya pengerahan pasukan dan kapal ke perairan Iran, meski juru bicara Gedung Putih menyatakan penyitaan kapal tidak melanggar syarat gencatan. Pasar tetap membahas implikasi jangka pendek terhadap harga minyak. Para pelaku pasar juga memantau pernyataan pejabat yang bisa mengubah arah risiko geopolitik.
Investor logam mulia tetap mencari kepastian harga di tengah risiko geopolitik yang meningkat. Ketidakpastian ini mendorong fokus pada manajemen risiko, hedging, dan pemantauan data ekonomi mendatang. Kejelasan arah kebijakan moneter akan menjadi faktor penentu bagi arah perak berikutnya.
Harga perak saat ini bisa tertekan jika tekanan energi berlanjut, namun peluang rebound tetap ada bila jalur pasokan membaik. Momentum teknikal menunjukkan potensi konsolidasi dalam jangka pendek sambil menunggu konfirmasi data ekonomi utama. Investor juga dihadapkan pada dinamika pasar yang cenderung berubah dengan cepat.
Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya strategi risk-reward dan entry yang hati-hati, mengingat volatilitas tinggi akibat gejolak regional. Investor disarankan tetap memantau pembaruan berita utama terkait Hormuz dan kebijakan Fed. Rekomendasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan rekomendasi profesional individual.