
Di tengah dinamika pasar yang makin bergejolak, harga tembaga tampil menahan laju penurunan dan tetap berada di jalur stabil. Sinyal ini penting bagi industri yang sangat bergantung pada impor logam dasar dari rantai pasok global. Pergerakan ini mencerminkan keseimbangan antara kekuatan dolar, ketegangan geopolitik, dan prospek permintaan dunia.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange tampak stabil di sekitar USD12.996 per metrik ton pada pukul 14.31 WIB. Harga tidak jauh berubah setelah sempat menyentuh level terendah sejak 13 April. Kondisi ini juga ditopang oleh rendahnya aktivitas perdagangan karena libur Hari Buruh di Shanghai.
Aktivitas perdagangan relatif sepi karena Shanghai Futures Exchange tutup dalam rangka libur Hari Buruh, sehingga volume perdagangan tembaga menurun. Kondisi ini membuat pergerakan harga lebih dipengaruhi faktor makro daripada sentimen sektor. Menurut Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive, pasar kini lebih dipengaruhi faktor makro ketimbang sentimen sektor, karena kemacetan di Selat Hormuz berpotensi memicu tekanan inflasi dan dolar yang menguat menekan harga logam tersebut.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat ketika AS dan Iran melancarkan serangan yang mendorong kontrol atas Jalur Hormuz melalui blokade maritim. Peristiwa ini memperbarui kekhawatiran pasokan logistik bagi industri, mengingat Selat Hormuz adalah jalur pipa utama minyak dunia dan mempengaruhi biaya transportasi. Pasar juga menilai dampak potensi gangguan produksi di wilayah terkait terhadap biaya input bagi sektor manufaktur.
Dolar AS menguat karena permintaan aset lindung nilai, sehingga menekan harga tembaga meskipun harga minyak bertahan di atas USD100 per barel. Faktor ini memperumit pergerakan harga tembaga sambil menimbang tekanan inflasi global dan kebijakan moneter utama. Analisis pasar menyoroti bahwa faktor makro akan lebih menentukan arah harga logam dasar dalam beberapa kuartal ke depan.
Para analis menilai bahwa dinamika permintaan industri global, plus risiko geopolitik, akan menjadi fokus utama pasar tembaga. Pasokan dari wilayah minyak dan logam terkait sedang diawasi secara ketat, sedangkan sentimen investor cenderung netral hingga moderat. Cetro Trading Insight menyoroti bahwa tanpa sinyal teknis yang jelas, rekomendasi trading untuk tembaga saat ini adalah netral hingga tidak direkomendasikan.