IHK kuartal keempat Selandia Baru diperkirakan tetap berada di 3,0% secara tahunan. Hasil ini sedikit berada di atas proyeksi Bank RBNZ dan berpotensi memicu spekulasi hawkish di pasar. Analis valuta ING, Francesco Pesole, menilai rilis ini penting karena bisa mengubah persepsi tentang arah kebijakan moneter ke depan.
Pasar menantikan cetakan headline yang stabil meski ada risiko penurunan pada model risiko. Meskipun konsensus menunjukkan kekuatan pada angka ini, ketidakpastian relatif tetap ada karena faktor non-tradable inflation. Cetakan headline diperkirakan tidak berubah di 3,0% YoY, meskipun penilaian terhadap risiko penurunan tetap relevan.
Inflasi non-tradable juga tetap menjadi fokus perhatian bagi investor, dengan ekspektasi naik 0,5% QoQ dibandingkan proyeksi 0,4% dari bank sentral. Lonjakan ini berpotensi memperkuat perdebatan hawkish di kalangan pembuat kebijakan dan analis. Dalam skenario ini, likuiditas di pasar valas untuk NZD dapat tetap menyala menjelang rilis data utama.
Kondisi tersebut menjaga spekulasi hawkish tetap hidup di kurva swap NZD. Market menyaksikan tekanan pada imbal hasil jangka menengah hingga panjang dan ekspektasi bunga lebih tinggi. Hal ini mendorong alokasian investor ke aset berdenominasi NZD.
Dukungan terhadap NZD tercermin dalam preferensi terhadap pasangan silang (cross) daripada terhadap USD, setidaknya dalam jangka pendek. Pelaku pasar menilai bahwa pergerakan relatif antara NZD dan mitra dagang utama dapat memberikan peluang lebih besar ketika rilis data menguat. Risiko volatilitas tetap tinggi menjelang rilisan utama.
Namun demikian, diskontinue hawkish bisa berubah jika angka rilisan nyata menunjukkan pelemahan, sehingga trader perlu menjaga manajemen risiko. Dalam analisis teknikal, pergerakan jangka pendek NZD terhadap USD bisa tertahan di level resistensi kunci meskipun tren jangka menengah tetap positif. Secara umum, investor disarankan memantau reaksi pasar terhadap angka rilis untuk menghindari kejutan.
Karena sinyal langsung dari data masih netral, para pelaku pasar disarankan memantau reaksi harga pasca rilisan dan menghindari keputusan terburu-buru. Pendekatan berbasis fundamental lebih relevan untuk NZD saat ini, mengingat dampak yang mungkin terjadi pada kebijakan moneter dan persepsi risiko global. Trader dapat menilai volatilitas intraday dan mencari konfirmasi dari tiga indikator utama.
Untuk peluang jangka pendek, fokus berada pada likuiditas cross NZD terhadap AUD, EUR, atau JPY untuk memanfaatkan pergeseran spreads. Pengelolaan risiko penting: tetapkan batas kerugian yang proporsional dengan ekspektasi volatilitas pasca rilis. Hindari ukuran posisi berlebihan saat volatilitas tinggi.
Inti panduan adalah memahami bahwa rilisan IHK NZD Q4 bisa meningkatkan volatilitas hingga memicu gerak teknikal yang signifikan, meskipun data konkret belum mengubah arah secara tegas. Trader disarankan menunggu konfirmasi melalui harga tutup hari setelah rilisan dan menimbang faktor-faktor global lain seperti kebijakan RBNZ dan dinamika pasar risk-off. Dengan manajemen risiko yang disiplin, peluang trading bisa dioptimalkan meski arah jangka menengah tetap bergantung pada data yang keluar.