IHSG mengalami koreksi tajam pada penutupan sesi I Senin (2/2/2026), turun 5,31% ke level 7.887,16. Lonjakan volatilitas tercermin dari kisaran harian antara 8.313 dan 7.858. Volume transaksi mencatat aktivitas investor yang relatif terbatas meski nilai transaksi mencapai Rp18,90 triliun.
Kondisi ini menandai perubahan sentimen investor dan likuiditas pasar. SOHO, INTD, dan XPLQ menjadi sorotan karena gerak sahamnya mencerminkan dinamika permintaan terhadap emiten dengan likuiditas relatif tinggi. Pergerakan saham-saham ini juga memberi gambaran arah pasar menjelang rilis berita berikutnya.
Para analis menilai pergerakan IHSG didorong faktor internal seperti dinamika sektor bahan baku dan kebijakan korporasi besar. Kendati volatil, arus modal cenderung berhati-hati menjelang rilis data ekonomi berikutnya. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko dan pemantauan berita untuk mengidentifikasi peluang yang terstruktur.
Berbagai indeks utama menunjukkan koreksi signifikan; LQ45 turun 3,98%, IDX30 turun 2,68%, JII turun 7,64%, ISSI turun 6,79%. Penurunan ini mencerminkan tekanan menyeluruh di pasar dan tidak terikat pada satu sektor saja. Investor menghadapi lingkungan yang lebih berat ketika indeks-indeks utama bergerak serempak turun.
Sektor-sektor juga mengalami pelemahan luas; bahan baku tertekan 11,19%, energi dan sektor siklikal turun sekitar 7%. Infrastruktur turun 6,52%, properti 6,39%, transportasi 5,84%. Kondisi tersebut memperluas area merah di papan pelaku pasar.
Koreksi sektor mempengaruhi arus investor dan membatasi peluang rebound jangka pendek. Banyak investor menunggu sinyal likuiditas dan berita ekonomi untuk membentuk pandangan pasar ke depan. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya kehati-hatian dan strategi yang terukur dalam menghadapi gelombang jual.
Di antara saham yang menguat, SOHO naik 24,79%, INTD 23,20%, XPLQ 21,89%. Pergerakan ini mencerminkan dinamika permintaan terhadap emiten dengan fundamental menarik dan likuiditas relatif terjaga. Kenaikan konstelasi saham-saham tersebut menggarisbawahi bahwa peluang selektif masih ada meski indeks utama melemah.
Di sisi lain, FILM turun 15%, NSSS turun 15%, VKTR turun 15%. Pelemahan tiga saham itu memperkuat tekanan pada beberapa sektor dan menambah tekanan pada IHSG secara keseluruhan. Investor menilai faktor-faktor spesifik perusahaan seperti performa keuangan dan berita korporasi sebagai determinan sentimen.
Kondisi seperti ini menuntut manajer portofolio untuk menjaga diversifikasi dan manajemen risiko yang ketat. Cetro Trading Insight menyarankan agar investor menilai reaksi harga terhadap berita korporasi dan sentiment pasar secara keseluruhan untuk langkah berikutnya. Perhatikan juga volatilitas intraday untuk mengidentifikasi peluang masuk dan keluar dengan risiko terukur.