IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam kisaran 8.200 hingga 8.400 sepanjang pekan 23–27 Februari 2026. Pergerakan ini muncul meski perekonomian global menunjukkan dinamika yang beragam, didorong oleh ketidakpastian geopolitik serta faktor likuiditas yang tetap tinggi. Dalam analisis eksklusif, Cetro Trading Insight menilai kondisi ini bisa menjadi peluang bagi investor yang selektif dan defensif untuk memanfaatkan rotasi sektor, terutama terkait saham berfundamental kuat dan likuiditas yang solid.
Fokus utama pekan ini adalah finalisasi koordinasi antara BEI, OJK, dan lembaga indeks global MSCI terkait reformasi integritas pasar modal. Riset terkini menyoroti bahwa penyesuaian data investor serta rencana kenaikan free float minimum menjadi instrumen utama untuk meningkatkan kredibilitas bursa di mata investor asing. Upaya transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan asing jika diterapkan secara tegas.
Di balik dinamika global, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga 4,75% sebagai langkah menjaga stabilitas Rupiah dan target inflasi 2026. Ketegangan geopolitik Amerika Serikat–Iran pun menjadi risiko pendamping yang perlu diwaspadai, karena potensi menekan harga minyak dan mempengaruhi alokasi portofolio. IPOT menyarankan pelaku pasar untuk tetap berhati-hati, disiplin, dan fokus pada emiten berfundamental kuat dengan likuiditas tinggi di tengah volatilitas IHSG.
Dalam riset pekan ini, beberapa rekomendasi saham unggulan muncul dengan basis teknikal yang jelas. SMGR direkomendasikan untuk membeli dengan harga masuk Rp3.070, target Rp3.300, stop loss Rp2.990; rasio risiko/imbal hasil sekitar 1:2,9. ARCI juga disarankan untuk membeli pada Rp1.810 dengan target Rp2.000 dan stop loss Rp1.710, menghadirkan risiko/imbala sekitar 1:1,9. Sementara itu, BFIN bisa masuk pada breakout di sekitar Rp1.570 dengan target Rp1.695 dan stop loss Rp1.510, memberi peluang risk/reward sekitar 1:2,1.
Selain itu, opsi lain berupa Reksa Dana Saham Premier ETF Perfindo i-Grade (XIPI) turut disebut sebagai alternatif bagi investor yang mengutamakan efisiensi biaya dan diversifikasi, terutama bagi mereka yang ingin eksposi terhadap profil saham berfundamental kuat tanpa memilih satu emiten tunggal. Riset menekankan pentingnya selektivitas dan likuiditas sebagai kunci menghadapi rotasi pasar yang mungkin timbul akibat dinamika geopolitik dan kebijakan pasar modal nasional.
Menyikapi kondisi pasar, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko ketat: gunakan stop loss, fokus pada emiten dengan fundamental kuat, dan pertahankan disiplin transaksi. Jika tensi isu geopolitik terus mengangkat harga minyak, trader bisa memanfaatkan pergeseran ke sektor energi sambil tetap menjaga eksposisi pada saham berkualitas. Pendekatan defensif dan kombinasi antara saham langsung dengan instrumen pasar modal lain seperti XIPI dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio selama minggu volatil ini.