IHSG Diperkirakan Koreksi Terbatas, BBRI Tampilkan Sinyal Buy on Weakness dengan Target 3.610

IHSG Diperkirakan Koreksi Terbatas, BBRI Tampilkan Sinyal Buy on Weakness dengan Target 3.610

trading sekarang

IHSG memulai minggu perdagangan dengan kilatan volatilitas yang membakar optimisme investor. Meski ada tekanan jual di akhir pekan, peluang rebound tetap terbuka sejalan dinamika pasar global yang bergerak cepat. Analisa dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergerakan jangka pendek bisa berbalik arah jika level support bisa dipertahankan.

Dalam kerangka mingguan, MNC Sekuritas mencatat IHSG masih menguat sekitar 2,35% dan volume pembelian meningkat, meski indeks belum mampu menembus MA60 secara mingguan. Hal ini menandakan tren jangka pendek masih rapuh namun tetap ada peluang rebound jika area teknikal penting ditembus. Ketidakpastian ini membuat skenario koreksi tetap relevan bagi investor jangka pendek.

Menurut riset tersebut, IHSG saat ini berada di akhir wave [iv] label hitam atau di akhir wave [a] dari wave B label merah, menandakan potensi koreksi dekat dengan zona 7.245–7.575. Support berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance terpantau di 7.700 dan 7.861, menunjukkan rentang perdagangan yang diperebutkan antara tekanan jual dan dukungan pembeli.

LevelNilai
Support7.488
Support7.351
Resistance7.700
Resistance7.861

BBRI berada di Rp3.430, menguat 0,59 persen, didukung oleh volume pembelian meskipun cenderung menurun. Dari sisi teknikal, posisinya saat ini berada pada bagian wave (b) dari wave [b] dengan label hitam, menunjukkan fase konsolidasi setelah tren kenaikan sebelumnya.

Strategi Buy on Weakness diterapkan dengan fokus pada pembukaan posisi saat terjadi pelemahan singkat. Investornya diminta untuk tetap menjaga manajemen risiko sambil memantau reaksi harga pada wilayah pembelian.

Target harga yang direkomendasikan adalah Rp3.510 dan Rp3.610, dengan stoploss di bawah Rp3.260, sehingga kerangka risiko-imbalan menjadi jelas bagi pelaku pasar yang mengikuti saran tersebut.

Sorotan saham lain yang direkomendasikan

AUTO - Buy on Weakness: Auto turun 0,37% menjadi Rp2.720, dengan tekanan jual. Analisis menunjukkan posisi AUTO berada pada bagian wave iii dari wave (b) dari wave [v], dengan rentang pembelian Rp2.630–Rp2.720. Target harga berada di Rp2.790 dan Rp2.920, sedangkan stoploss ditempatkan di bawah Rp2.540.

CMRY - Buy on Weakness: CMRY menguat 2,42% menjadi Rp4.650 dan didorong oleh peningkatan volume pembelian. Diperkirakan posisi CMRY berada pada bagian wave C dari wave (4), dengan rentang pembelian Rp4.520–Rp4.640 serta target Rp4.790 dan Rp4.880. Stoploss disarankan di bawah Rp4.400.

MDKA - Buy on Weakness: MDKA menguat 1,51% menjadi Rp3.370 dengan volume pembelian. Analisis menunjukkan posisi MDKA pada bagian dari wave [c] dari wave 2 atau wave B, dengan rentang pembelian Rp3.230–Rp3.310; target Rp3.470 dan Rp3.590, serta stoploss di bawah Rp3.100.

broker terbaik indonesia