IHSG diproyeksikan masih rentan terkoreksi pada perdagangan Senin 9 Maret 2026, menandai pembukaan pekan dengan volatilitas tinggi yang bisa memukul panjang narasi pasar. Analisis dari MNC Sekuritas menyatakan IHSG berada pada bagian wave y dari wave 4 atau wave (2) pada label merah, menandakan potensi tekanan jual yang bisa berlanjut. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran akurat bagi para pelaku pasar. Waspadalah terhadap area koreksi yang mendekat sebagai prioritas pemantauan.
Kajiannya juga menyoroti level-level kunci yang bisa menjadi penopang pergerakan IHSG dalam beberapa sesi berikutnya. Secara teknikal, support berada di sekitar 7.311 dan 7.391, sedangkan resistance berada di 7.934 dan 8.154. Kondisi ini berimplikasi pada rentang pergerakan yang lebih sempit jika momentum masih tertahan di level-level tersebut.
Sementara IHSG telah melemah sekitar 1,6% ke level 7.585, tekanan jual masih terlihat mengiringi pergerakan indeks, dan koreksi itu sempat menguji area support yang disebutkan. Dalam ringkasan singkat, rekomendasi para analis mengindikasikan kehati-hatian dengan fokus pada area koreksi lebih lanjut di kisaran 7.140–7.391 sebagai potensi pembalikan atau kelanjutan tren, tergantung dinamika pasar global dan domestik.
Selain IHSG, MNC Sekuritas membagikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham unggulan, yakni AADI, BBCA, CUAN, dan MBMA. Rekomendasi tersebut menonjolkan pola Buy on Weakness dengan rentang harga masuk, target harga, dan level stoploss yang jelas. Informasi ini diharapkan membantu investor ritel memahami peluang intraday maupun jangka pendek di pasar saham Indonesia.
Di antara saham pilihan, AADI terlihat terkoreksi 0,24% menjadi Rp10.300, dengan analisa posisi saat ini berada pada bagian wave [iv] dari wave A. Buy on Weakness tercantum untuk kisaran Rp9.350-Rp10.175, dengan target harga Rp10.950 dan Rp11.425 serta stoploss di bawah Rp9.225. Secara terpisah, BBCA mengalami koreksi 1,41% menjadi Rp7.000 dan diperkirakan berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii], dengan skema Buy on Weakness pada kisaran Rp6.600-Rp6.700, target Rp7.275 dan Rp7.575, serta stoploss di bawah Rp6.375.
CUAN dan MBMA juga masuk dalam rekomendasi, CUAN naik ke Rp1.320 dengan Buy on Weakness di kisaran Rp1.040-Rp1.220, target Rp1.475 dan Rp1.745, stoploss di bawah Rp995. MBMA turun 1,38% menjadi Rp715, namun volume pembelian masih membentuk peluang, Buy on Weakness di Rp630-Rp685 dengan target Rp750 dan Rp790, stoploss di bawah Rp605.