IHSG Diproyeksikan Koreksi ke 5.970–6.029; Cetro Trading Insight Soroti Peluang pada AADI, DEWA, TINS, dan BBRI

IHSG Diproyeksikan Koreksi ke 5.970–6.029; Cetro Trading Insight Soroti Peluang pada AADI, DEWA, TINS, dan BBRI

trading sekarang

IHSG berada di panggung volatilitas pasar saham nasional, memproyeksikan arah jelas dalam beberapa sesi mendatang. Analisis teknikal menunjukkan IHSG berkemungkinan melemah ke kisaran 5.970–6.029 sebagai wilayah koreksi utama. Namun peluang rebound tetap terbuka di sekitar zona 6.172–6.219 yang bisa jadi pemicu pergerakan ke arah positif.

Penutupan kemarin menunjukkan IHSG menguat 1,56 persen menjadi 6.186, didukung volume pembelian yang naik. Pergerakan indeks juga menunjukkan penyempitan di antara MA20 dan MA60, menandakan fase konsolidasi yang bisa berujung pada akumulasi perdagangan lebih lanjut.

Secara teknikal, level support berada pada 6.007 dan 5.839, sementara level resistance berada di 6.266 dan 6.377. Kondisi ini mengindikasikan IHSG masih rawan terhadap tekanan teknikal jika sentimen pasar berubah, meskipun struktur pasar masih memungkinkan kelanjutan tren jika data ekonomi memberi sinyal positif.

AADI menguat 4,8 persen menjadi Rp9.275, disertai lonjakan volume pembelian. Secara teknikal, posisi saham ini diduga berada pada bagian awal gelombang v dari gelombang C, memberikan peluang bagi pelaku pasar untuk masuk saat terjadi pelemahan. Buy on Weakness direkomendasikan dengan level masuk Rp9.025–Rp9.200, target Rp9.400 dan Rp9.650, serta stoploss di bawah Rp8.900.

DEWA menguat 2,27 persen ke Rp450, meski tekanan jual tetap terlihat dan pergerakan cenderung sideways dalam jangka pendek. Secara teknikal, posisi DEWA berada pada bagian dari gelombang iv dalam gelombang C, sehingga strategi Buy on Weakness tetap relevan. Buy on Weakness: Rp392–Rp414; Target Rp486, Rp550; Stoploss di bawah Rp358.

TINS menguat 4,09 persen ke Rp3.560, disertai volume pembelian dan berada di awal gelombang 5 dari gelombang C. BBRI menguat 2,40 persen ke Rp2.990, berada pada bagian dari gelombang v dari gelombang [c]. Keduanya direkomendasikan dengan Buy on Weakness: TINS Rp3.470–Rp3.520; target Rp3.650, Rp3.790; Stoploss Rp3.420; BBRI Rp2.950–Rp2.980; target Rp3.080, Rp3.190; Stoploss Rp2.940.

Implikasi teknikal bagi trader menunjukkan bahwa peluang berada pada saham pilihan melalui Buy on Weakness, meskipun IHSG sendiri berada dalam fase koreksi yang perlu kehati-hatian. Segmen saham AADI, DEWA, TINS, dan BBRI menawarkan peluang masuk dengan manajemen risiko yang jelas melalui level entry, target, dan stoploss yang telah disebutkan.

Pastikan rasio risiko-ke-imbalan minimal 1:1,5 dan tetapkan target serta stoploss sesuai rekomendasi pada segmen sebelumnya untuk mengendalikan risiko. Gunakan manajemen posisi yang disiplin dan perhatikan perubahan volume sebagai konfirmasi arah pergerakan pasar yang lebih luas.

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari upaya edukasi pasar Indonesia. Pantau pembaruan harian kami untuk konfirmasi sinyal lebih lanjut. Pair yang dianalisis dalam segmen ini adalah JKSE.

banner footer