IHSG Ditutup Merah pada Sesi Pertama 4 Februari 2026: 8.079,32 dengan 275 Saham Menguat, Sektor Teknologi Tertekan

IHSG Ditutup Merah pada Sesi Pertama 4 Februari 2026: 8.079,32 dengan 275 Saham Menguat, Sektor Teknologi Tertekan

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, IHSG masih menunjukkan volatilitas moderat meskipun arah perdagangan cenderung terbatas. Pada penutupan sesi pertama hari itu, indeks bergerak dalam koridor agresif namun akhirnya ditutup di zona merah, mencerminkan sentimen hati-hati di pasar. Penjual masih mendominasi beberapa sektor, meskipun ada sebagian pelaku pasar yang mencoba meraih peluang di tengah volatilitas yang relatif rendah.

IHSG turun 0,53 persen ke 8.079,32 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.194,68, sebuah dinamika yang menggambarkan intrik antara tekanan jual dan aksi pembelian yang sesekali muncul. Pada saat bersamaan, volume transaksi menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan bagi ukuran hariannya, menandakan minat investor untuk melakukan manuver jangka pendek. Pergerakan ini mencerminkan bahwa pelaku pasar tetap waspada terhadap data ekonomi dan kebijakan mendatang.

Di sisi lain, LQ45 sedikit menguat 0,04 persen, sedangkan SRI-KEHATI naik 0,36 persen; sebaliknya IDX30 turun 0,05 persen, JII turun 0,96 persen, dan ISSI turun 0,43 persen. Hal ini menunjukkan dinamika kepemilikan saham unggulan masih sangat beragam, dengan fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar yang mencoba menjaga arah. Secara umum, mayoritas sektor tetap berada di zona merah dengan variasi risiko lintas sektor yang berbeda.

Para pelaku pasar mencermati bahwa sebagian besar sektor berada di wilayah tekanan, dengan teknologi, energi, infrastruktur, kesehatan, transportasi, industri, siklikal, properti dan sektor non-siklikal menunjukkan penurunan yang relevan. Pada saat bersamaan, dua sektor relatif menahan tekanan, yakni bahan baku yang menguat tipis 0,11 persen dan keuangan yang menguat 2,30 persen. Kondisi ini menandakan adanya pergeseran minat investor dari sektor yang paling terdampak ke sektor yang lebih defensif.

Jajaran saham penghuni top gainers menunjukkan pergerakan positif yang cukup menyolok, terutama PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang melonjak 31,69 persen, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) naik 22,89 persen, dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) 20,71 persen. Sinyal ini menunjukkan adanya pergerakan spekulatif dan aksi akumulasi saham oleh investor ritel maupun institusional yang mencoba memanfaatkan momentum. Namun, para analis mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi di sela-sela kenaikan tersebut.

Di sisi berlawanan, top losers didominasi saham-saham yang menanggung beban koreksi cukup dalam, seperti FILM turun 15,00 persen, TRUE turun 14,86 persen, dan LMPI turun 14,81 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya realokasi portofolio dan perhatian terhadap saham-saham dengan profil kinerja yang lebih sensitif terhadap risiko pasar. Secara keseluruhan, pergeseran ini menambah dinamika perdagangan hari itu.

Top GainersTop Losers
MBTO naik 31,69%FILM turun 15,00%
LAJU naik 22,89%TRUE turun 14,86%
SOHO naik 20,71%LMPI turun 14,81%

Para investor perlu menjaga pendekatan jangka menengah dengan memperhatikan dinamika IHSG yang masih rawan perubahan arah karena respons terhadap berita ekonomi serta diksi kebijakan. Dalam situasi ini, diversifikasi tetap menjadi kunci, dengan fokus pada saham-saham yang memiliki kualitas fundamentals yang mendasar serta likuiditas yang memadai. Advisor dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko dan penggunaan trailing stop untuk mengamankan keuntungan saat volatilitas meningkat.

Meski IHSG cenderung turun, ada peluang pada saham unggulan seperti MBTO, LAJU, dan SOHO yang menunjukkan momentum lebih kuat secara teknikal maupun fundamental. Investor bisa memanfaatkan koreksi untuk memasuki posisi secara bertahap, sambil memantau pola perdagangan intraday dan level-level penting yang bisa menjadi batasan pergerakan harga. Secara umum, kehati-hatian tetap diperlukan karena volatilitas tetap menjadi ciri pasar saat ini.

Kesimpulannya, IHSG menunjukkan dinamika yang kontras antara tekanan sektoral dan peluang saham unggulan. Karena sinyal trading dari artikel ini tidak cukup untuk rekomendasi, saran utama adalah tetap mengikuti perkembangan pasar, melakukan riset independen, dan mempertimbangkan risiko terhadap portofolio secara keseluruhan. Cetro Trading Insight akan terus menyuguhkan analisis yang terperinci untuk membantu publik memahami arah pasar serta menemukan peluang yang relevan tanpa mengabaikan risiko.

broker terbaik indonesia