IHSG Koreksi Berlanjut? Peluang Buy on Weakness pada BBTN, BREN, BRPT dan EMAS Menjadi Sorotan

IHSG Koreksi Berlanjut? Peluang Buy on Weakness pada BBTN, BREN, BRPT dan EMAS Menjadi Sorotan

Signal B/BTNBUY
Open1340
TP1510
SL1275
trading sekarang

IHSG membentuk dinamika volatilitas yang tinggi, seolah pasar menantang arah dengan suara jual dan dorongan beli yang bergantian. Dalam perdagangan terakhir pekan ini, IHSG terpantau melemah sekitar 1,23% dan menetap di posisi 6.130, menandai fase koreksi yang perlu diawasi dengan cermat. Pergerakan ini juga mencerminkan ketidakpastian jangka pendek di pasar saham domestik.

Riset dari MNC Sekuritas menilai area koreksi berikutnya berpotensi menguji level support kritis di 5.899, dengan level 5.996 juga menjadi patokan penting. Di sisi atas, resistance terletak pada 6.318 dan 6.459, yang bisa membatasi rebound jika sentimen pasar tidak terkonsolidasi. Kondisi ini menegaskan bahwa arah IHSG selanjutnya sangat bergantung pada likuiditas dan minat beli investor pada-emiten unggulan.

Untuk perdagangan hari ini, fokus investor bisa tertuju pada saham-saham pilihan yang direkomendasikan MNC Sekuritas. Momentum teknikal masih menunjukkan peluang buy on weakness pada beberapa emiten besar, sehingga risiko relatif dapat dikelola dengan selektif masuk pasar. Disarankan juga memperhatikan konfirmasi harga serta manajemen risiko sebelum mengambil posisi baru.

BBTN, salah satu saham unggulan yang masuk rekomendasi Buy on Weakness, sempat terkoreksi 3,60% menjadi Rp1.340 dan terdorong oleh tekanan jual yang signifikan. Penurunan ini menempatkan saham di awal wave C dari gelombang (3), menandai peluang pembalikan saat pelemahan mereda. Analisis teknikal menunjukkan bahwa momentum pembalikan bisa terkonfirmasi jika harga bergerak melewati nivel resistance krusial.

Buy on Weakness untuk BBTN diproyeksikan pada kisaran Rp1.300–Rp1.340. Target harga berada pada Rp1.510 dan Rp1.420, dengan stoploss di bawah Rp1.275 untuk menjaga risiko per perdagangan. Rekomendasi ini menggambarkan potensi upside yang cukup besar jika tren teknikal mendukung, sambil tetap menjaga batasan risiko melalui level stop yang jelas.

Selain BBTN, dua saham lain yang mendapat sorotan adalah BREN dan BRPT. BREN menguat 10,92% menjadi Rp2.640 dengan volume pembelian tinggi, dan diperkirakan berada pada bagian wave (5) dari wave [C], menandakan potensi lanjutkan tren kenaikan dalam kerangka teknikal yang sedang terbentuk. BRPT menguat 5,07% ke Rp1.555, menunjukkan tekanan beli yang berlanjut dan posisi saat ini berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dari wave B, yang bisa menjadi momentum untuk pergerakan lanjutan jika dikonfirmasi oleh harga.

Kedua saham tersebut diproyeksikan mengikuti pola Buy on Weakness dengan target harga yang disesuaikan pada level-level puncak pendek. Secara keseluruhan, kombinasi struktur harga dan volume mendukung peluang aksi beli pada momen pelemahan sebagai bagian dari strategi trading jangka pendek. Investor dianjurkan melakukan konfirmasi harga dan mengelola risiko secara disiplin saat eksekusi posisi.

Emas (EMAS) sebagai Peluang Trading

Emas juga menarik perhatian pelaku pasar. EMAS menguat 2,36% menjadi Rp7.600, dengan dominasi volume beli yang menunjukkan minat investor terhadap aset lindung nilai ini. Secara teknikal, pola pergerakan EMAS diperkirakan berada pada bagian wave (4) dari [C] atau wave (B) dari [Y], yang menandakan potensi rebound jika momentum tetap terjaga. Pergerakan ini menambah peluang diversifikasi portofolio di tengah volatilitas IHSG.

Trading Buy untuk EMAS menargetkan entry sekitar Rp7.325–Rp7.550, dengan target harga Rp7.975 dan Rp8.225. Stoploss ditempatkan di bawah Rp7.125 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Rencana ini mencerminkan potensi upside yang menarik jika tren pembalikan terkonfirmasi dan pasar tetap menyukai aset safe-haven pada fase koreksi.

Meski peluangnya menjanjikan, pelaku pasar dianjurkan mengelola risiko secara disiplin mengingat volatilitas pasar yang tetap tinggi. Cetro Trading Insight menekankan bahwa sinyal-sinyal dalam analisis ini bersifat teknikal dan memerlukan konfirmasi harga serta manajemen risiko sebelum eksekusi. Pembaca diajak mengikuti pembaruan pasar secara berkala untuk menilai perubahan dinamika secara real-time.

banner footer