IHSG ditutup menguat 1,41% di level 7.440, menguatkan sentimen investor terhadap pasar domestik. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp19,16 triliun di seluruh pasar, menunjukkan aktivitas belanja yang solid. Momentum ini mencerminkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi dalam beberapa sektor utama.
Di balik peningkatan indeks, para pelaku pasar memperhatikan pergerakan saham unggulan yang berhasil menggeser arah sesi. Lonjakan harga sebagian emiten menunjukkan akumulasi minat beli yang kuat, meski volatilitas masih terasa di beberapa saham kecil. Pada akhirnya, gerakan ini menambah kepercayaan investor dalam menghadapi panorama pasar yang dinamis.
Senarai saham dengan kinerja terbaik menampilkan INPC, LRNA, NETV, ALKA, dan YELO sebagai penggerak utama. INPC melesat 32,67% ke Rp199, diikuti LRNA yang melonjak 25,71% menjadi Rp220. NETV naik 25% ke Rp85, ALKA 24,78% ke Rp705, dan YELO 19,32% ke Rp105. Pemicu kenaikan beragam, mulai dari mini-revenue extraction hingga strategi alokasi modal perusahaan.
Menurut data Cetro Trading Insight, sepuluh saham top gainer pada Selasa (10 Maret 2026) dipimpin INPC oleh lonjakan signifikan sebesar 32,67%. Kenaikan ini menegaskan adanya minat kuat terhadap saham-saham berfundamental kuat di tengah likuiditas pasar yang memadai. LRNA mengikuti dengan +25,71%, disusul NETV (+25%), ALKA (+24,78%), dan YELO (+19,32%).
Sementara itu, sepuluh saham terdepresiasi memberikan gambaran adanya profit taking maupun koreksi teknikal setelah reli beberapa hari. SHID, INDS, SKBM, FITT, MKAP, RONY, SOTS, CBUT, BSIM, dan DMMX turun dalam rentang 10,81% hingga 14,89%. Faktor sentimen bervariasi, namun dinamika harga menunjukkan adanya volatilitas yang masih tinggi di beberapa emiten.
Di sisi nilai transaksi, BUMI memimpin dengan Rp1,28 triliun, diikuti BBCA Rp906 miliar, PTRO Rp873 miliar, dan TLKM Rp864 miliar. Aktivitas beli yang kuat pada emiten besar menunjukkan adanya minat institusional yang signifikan, meski pergerakan harga dipengaruhi faktor eksternal dan likuiditas pasar. Dengan dinamika ini, para investor disarankan memperhatikan level risiko dan horizon investasi.