IHSG memantapkan tren positif dengan penutupan naik 2,52% di level 8.122, menandai momentum beli yang kuat di tengah likuiditas yang kembali membaik. Gerak ini menandai rekonsiliasi pasar setelah beberapa pekan volatilitas, dan memberi sinyal minat investor pada peluang nilai di bursa domestik. Penutupan ini diharapkan mendorong pembentukan arus dana asing yang lebih konstruktif.
Nilai transaksi hari ini dipimpin oleh BUMI dengan Rp3,26 triliun dari 138 juta saham. BUMI rebound 20% ke Rp264 per saham setelah koreksi hingga 43% dalam satu bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor mengevaluasi peluang di sektor pertambangan dan bahan bakar, meski volatilitas masih tinggi.
Selain BUMI, beberapa saham lain menunjukkan lonjakan signifikan. LMPI, HUMI, LRNA, dan LEAD menjadi sorotan, mencatat persentase kenaikan yang tinggi. Pasar secara umum menunjukkan minat yang meningkat terhadap saham berpotensi pemulihan yang likuiditasnya cukup untuk mendukung pergerakan harga yang tajam. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari Cetro.
LMPI memimpin top gainer dengan lonjakan sekitar 35% dan ditutup di Rp270 per saham. Momentum ini menandakan adanya rotasi ke saham yang terkait industri manufaktur dan infrastruktur. Analis percaya tren ini bisa berlanjut jika fundamental emiten menunjukkan kemampuan ekspansi yang kuat.
HUMI naik 34,08% menjadi Rp240, menyusul LRNA yang melonjak 34,04% ke Rp252. Kedua saham ini mencerminkan sektor transportasi dan logistik yang mendapatkan perhatian pasar akibat peningkatan volume perdagangan. Investor menilai peluang pertumbuhan pendapatan dari aktivitas operasional yang lebih efisien.
LEAD menguat 26,98% di Rp160. Selain itu BUMI tetap menjadi sorotan karena nilai transaksi tinggi. Deretan 10 top gainers juga mencakup BUVA, ARCI, DEWA, dan INET yang menunjukkan aksi beli signifikan dalam sesi tersebut. Sentimen positif ini memperlihatkan dinamika rotasi sektor yang menarik bagi pelaku pasar.
Momentum bullish di beberapa saham menunjukkan outlook teknikal yang positif meski volatilitas masih ada. Pelaku pasar perlu mengamati garis support dan resistance untuk mengukur peluang masuk maupun keluar secara tepat. Ketatnya likuiditas juga menuntut fokus pada manajemen risiko dalam portofolio.
Rotasi sektor yang terlihat mengindikasikan peluang di sektor energi, material, dan logistik. Investor jangka menengah bisa memanfaatkan momentum melalui pembelian saat pullback atau penambahan posisi pada saham yang memiliki fondasi fundamental kuat dan likuiditas memadai. Kondisi pasar hari ini lebih terdiskusi dari sisi teknikal daripada fundamental secara luas.
Sinyal perdagangan untuk instrumen tunggal dalam artikel ini adalah no karena informasi yang tersedia belum cukup untuk menyusun rekomendasi buy atau sell yang tegas. Investor dianjurkan menunggu rilis data perusahaan dan komentar pelaku pasar berikutnya. Pendekatan ini membantu menghindari keputusan berisiko tinggi berdasarkan fluktuasi harian yang sementara.