Menurut Cetro Trading Insight, IHSG berhasil menorehkan rebound spektakuler dengan kenaikan 4,42% dan ditutup di level 7.279,21. Momentum positif ini menandai perubahan sentimen pasar yang lebih luas bagi investor Indonesia. Kuncinya adalah likuiditas yang membaik dan minat beli yang berangsur pulih setelah tren beberapa hari terakhir.
Pembukaan sesi hari itu membawa IHSG ke 7.162, lalu bergerak ke level tertinggi 7.281,86 sepanjang perdagangan.Secara total, 652 saham menguat, 108 saham melemah, dan 198 saham stagnan, menunjukkan bentangan peluang yang luas bagi pelaku pasar. Transaksi mencapai Rp22,56 triliun dengan volume 49,22 miliar saham, menandakan arus modal yang relatif kuat.
Indeks LQ45 melonjak 4,56%, JII melompat 5 persen, IDX30 naik 4,35%, dan MNC36 melonjak 4,63%, mencerminkan aliran uang ke keranjang saham unggulan. Seluruh sektor—konsumen non siklikal, konsumen siklikal, industri, properti, teknologi, bahan baku, kesehatan, energi, keuangan hingga infrastruktur—turut berada di zona hijau. Secara keseluruhan, suasana pasar menunjukkan dinamika positif yang bisa berlanjut jika likuiditas tetap terjaga.
Pergerakan IHSG didorong oleh dorongan dari seluruh sektor, mencerminkan respons positif terhadap kinerja emiten dan promosi likuiditas. Data menunjukkan sektor konsumer non siklikal dan siklikal, industri, properti, teknologi, bahan baku, kesehatan, energi, keuangan, hingga infrastruktur semuanya berada di wilayah positif.
Kebijakan pasar yang pro-beli membantu sentiment membentuk imej reli yang luas, bukan hanya pada saham-saham terduga. Pelaku pasar menyimak pergerakan lintas sektor sebagai sinyal fundamental dan teknikal yang saling melengkapi. Dengan arus modal yang masih cukup kuat, peluang untuk lanjut naik relatif terbuka.
Meski demikian, dinamika koreksi juga terlihat pada beberapa emiten, tetapi tren umum tetap menunjukkan kesehatan pasar. Investor diimbau mencermati potensi resistance teknikal dan berita korporasi yang dapat memicu pergerakan jangka pendek. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan untuk update selanjutnya.
Di antara saham yang memimpin reli, FWCT Wijaya Cahaya Timber Tbk melonjak 34,18% menjadi Rp106, KUAS Ace Oldfields Tbk melonjak 33,64% menjadi Rp147, dan RMKO Royaltama Mulia Kontraktorindo melonjak 25% menjadi Rp535.
Sisi berlawanan, GSMF turun 14,58% menjadi Rp123, ESIP turun 11,32% di Rp94, dan CBPE turun 10,61% di Rp320, menandakan adanya rotasi sektor dan koreksi selektif.
Kebijakan harga dan minat investor terhadap valuasi saham tertentu menunjukkan peluang trading jangka pendek, meski volatilitas cenderung moderat. Monitor level teknikal dan berita korporasi untuk keputusan berikutnya menjadi bagian dari strategi yang disarankan oleh Cetro Trading Insight.