
Laju IHSG ditutup di level 6.007,656, lebih tinggi dibanding penutupan pekan lalu di 5.594,765. Menurut riset dari MNC Sekuritas yang dirilis Minggu 14 Juni 2026, IHSG berada pada bagian wave iv dari wave 3, sehingga peluang penguatan masih ada untuk menguji area 6.106 hingga 6.140 serta MA20 yang mengikat pergerakan harga. Cetro Trading Insight menilai momentum ini mencerminkan peluang bagi pelaku pasar untuk mengambil posisi di tahap pemulihan jangka pendek sambil tetap waspada terhadap potensi koreksi.
Meski peluang menguat bisa dimanfaatkan, para analis juga menekankan adanya kemungkinan koreksi menuju area 5.962-6.021. Support penting berada di 5.594 dan 5.344, sedangkan resistance utama berada di 6.065 dan 6.286 untuk beberapa sesi ke depan. Kondisi volatilitas masih tinggi sehingga manajemen risiko tetap menjadi prioritas bagi trader.
Kelompok saham unggulan pekan ini mencakup rekomendasi HMSP INDY NCKL UNVR yang terlihat menarik bagi trader ritel. Analisis teknikal dari Cetro menekankan pentingnya konfirmasi harga dan volume sebelum mengambil posisi besar, sehingga disarankan untuk menimbang level toleransi risiko secara hati hati.
HMSP menguat 1,68 persen menjadi Rp605 pada perdagangan terakhir disertai peningkatan volume pembelian. Selama HMSP tetap bertahan di atas Rp580 sebagai stoploss, posisi saham ini berada pada bagian awal dari wave iv dari wave [c]. Hal ini menandakan adanya momentum kenaikan jangka pendek meski perlu waspada terhadap perubahan arah.
Trading Buy berada pada rentang Rp590-600. Target harga pertama ada di Rp650 dan target kedua di Rp670 jika momentum berlanjut. Stoploss ditempatkan di bawah Rp580 untuk melindungi posisi dari pembalikan mendadak.
Analisis teknikal menunjukkan peluang lebih lanjut jika harga mampu bertahan di atas level 590 hingga 600. Volume yang kuat mendukung kelanjutan tren, sementara pola wave c memberikan landasan bagi pergerakan ke daerah target. Investor disarankan memantau pergerakan HMSP secara berkala untuk konfirmasi sebelum menambah posisi.
INDY menguat signifikan 18,32 persen ke Rp2.260, didukung oleh tingginya volume pembelian meskipun penguatan masih tertahan oleh MA20. Saat ini posisi INDY diduga berada pada bagian dari wave iv dari wave C, menunjukkan bahwa reli masih dalam fase awal.
Buy on Weakness diterapkan pada Rp2.130-2.260. Target harga berada di Rp2.560 dan Rp2.810, sedangkan stoploss ditempatkan di bawah Rp2.040.
Strategi buy on weakness ini menekankan pentingnya konfirmasi dari harga saat mendekati level support dan menimbang risiko terhadap volatilitas.
NCKL menguat 13,38 persen ke Rp890, disertai munculnya volume pembelian dan mampu menembus MA20. Hal ini menandai momentum positif dan potensi lanjut ke retracement.
Buy on Weakness disarankan pada Rp835-865. Target harga berada di Rp930 dan Rp990, sedangkan stoploss ditempatkan di bawah Rp820.
Momentum positif ini memberikan peluang bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan koreksi kecil. Kunci kelanjutan tren adalah kemampuan harga mempertahankan level 865 sebagai support.
UNVR menguat 1,83 persen ke Rp1.665, didominasi oleh volume pembelian. Diperkirakan posisi UNVR saat ini berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B), mengindikasikan tren naik yang berlanjut.
Buy on Weakness untuk UNVR berada di Rp1.380-1.500. Target harga Rp1.780 dan Rp2.020. Stoploss di bawah Rp1.340.
Strategi ini menekankan peluang jangka pendek dengan konfirmasi teknikal, serta perlunya memantau berita dan laporan keuangan untuk validasi posisi.