IHSG kembali menunjukkan ketahanan dengan melanjutkan tren positif pada perdagangan sesi pertama, menguat 119 poin atau 1,43 persen ke level Rp8.390. Volume transaksi mencapai Rp12,8 triliun dengan 297 juta saham diperdagangkan dan frekuensi sekitar 1,9 juta kali. Dalam laporan Cetro Trading Insight, kami memantau bagaimana faktor teknikal membentuk arah sesi berikutnya. Dalam konteks harga emas global yang fluktuatif, para investor tetap memperhatikan dampaknya terhadap alokasi aset dan volatilitas pasar.
Indeks berada di atas MA20 di kisaran 8.309, dengan histogram MACD yang menunjukkan momentum positif berlanjut. Phintraco Sekuritas menyatakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level psikologis 8.400 pada perdagangan sesi II. Analisis berbasis Array data perdagangan menguatkan narasi uptrend, meski volatilitas global tetap menjadi pertimbangan.
Secara umum, saham-saham blue chip terlihat menghijau dan menopang laju IHSG hingga jeda siang. Sektor yang terkait dengan komoditas emas menunjukkan kepemimpinan, dengan beberapa saham emas melonjak lebih tajam daripada indeksnya. Keterangan tambahan dari analis memperlihatkan potensi lanjut terhadap 8.400 jika momentum tetap terjaga.
Di jajaran saham unggulan, UNVR memimpin dengan kenaikan lebih dari 5% ke Rp2.360, diikuti ANTM naik sekitar 4,5% ke Rp4.410, dan EMAS melonjak 7,9% menjadi Rp8.525. Lonjakan ini membantu memperkuat bobot sektor industri dasar yang naik sekitar 3,7%. Sinyal ke depan tetap memantau arus likuiditas dan dinamika pasar secara luas.
Top movers seperti MEGA melonjak 24,8% ke Rp4.130, EXCL 6,7% ke Rp3.330, INKP 5,9% ke Rp10.375, UNVR 5,36% ke Rp2.360, dan ANTM 4,5% ke Rp4.410 berhasil menghimpun arus dana yang cukup besar. Sektor-sektor pendukung, terutama industri dasar, transportasi, dan energi, turut menguat pada jeda siang. Array menunjukkan pola pergeseran minat investor yang intensif pada emiten dengan volatilitas harga yang signifikan.
Di sisi lain, beberapa emiten melemah seperti HILL, INDS, BALI, BPII, dan SAME, menandakan adanya koreksi permintaan pada segmen-segmen tertentu. Pergerakan top movers ini membantu IHSG bertahan meski beberapa saham berisiko menekan indeks secara temporal. Secara keseluruhan, momentum pasar masih positif namun perlu diawasi respons terhadap dinamika global dan sektor terkait.
Meski sinyal teknikal terlihat positif, beberapa analis menekankan potensi konsolidasi jika momentum belanja melemah. IHSG telah bertahan di atas MA20 dan MACD histogram tetap memberi dukungan, tetapi volatilitas global bisa menguji ketahanan pergerakan ke depan. harga emas global menjadi salah satu faktor yang investor perhatikan dalam alokasi portofolio, meskipun fokus utama tetap pada dinamika IHSG. Array data historis menunjukkan bahwa reli sering diikuti koreksi singkat yang perlu diantisipasi.
Untuk sesi II, skenario dasar tetap optimis asalkan data domestik tetap mendukung. Target teknikal berada di sekitar 8.400 dengan momentum IHSG yang masih terkonsolidasi. Namun, faktor eksternal seperti harga emas global dan sentimen risiko bisa memicu volatilitas tambahan, sehingga investor disarankan mengelola risiko dengan cermat. Array analitik menunjukkan tren masih berpotensi berlanjut jika indikator teknikal tetap bullish.
Kesimpulannya, pasar tampak menimbang peluang jangka pendek dan risiko jangka menengah, dengan fokus pada emiten EMAS dan saham unggulan lainnya. Cetro Trading Insight akan terus memberi pembaruan untuk membantu investor memahami arah IHSG secara menyeluruh. Array analitik kami menyisihkan pola perdagangan untuk memperkirakan arus likuiditas ke depannya.