IHSG sedang berada di jalur positif setelah ditutup naik 1,96% ke level 8.290,97, menandai momentum berlimpah bagi pelaku pasar. Laju indeks menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat meski volatilitas global tetap menjadi faktor yang perlu diawasi. Cetro Trading Insight menilai peluang untuk melanjutkan tren bullish ini cukup kuat jika IHSG mampu menjaga momentum pada level-level kunci.
Secara sederhana, pergerakan IHSG kemarin diiringi net sell asing sebesar Rp367 miliar, sebuah dinamika yang umum terjadi di sesi penentuan harga. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi target utama pelaku asing, dengan BBCA, BUMI, BMRI, CDIA, dan WIFI menjadi yang paling banyak dilepas. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika aliran modal yang perlu diperhatikan oleh investor ritel dan institusi.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research di BNI Sekuritas, potensi kenaikan IHSG tetap terbuka hari ini. Ia menempatkan level support di kisaran 8.150–8.220 dan resistance di sekitar 8.370–8.400, menggambarkan jalur teknikal yang relatif sempit namun tetap menguntungkan bagi investor. Dari sisi strategi, ia menyoroti enam saham pilihan untuk perdagangan hari ini: BUMI, MAPA, BREN, BBCA, MDKA, dan ANTM, yang masing-masing memiliki peluang teknikal yang menarik.
BUMI masuk dalam daftar rekomendasi SPEC BUY dengan area pembelian sekitar Rp260–Rp270. Disarankan untuk cut loss di bawah Rp258 jika pergerakan harga tidak mengarah sesuai ekspektasi. Target terdekat berada di kisaran Rp278–Rp284, sejalan dengan prospek teknikal yang mendasari sinyal beli ini.
MAPA juga termasuk dalam rekomendasi SPEC BUY, dengan area pembelian Rp670–Rp675 dan cut di bawah Rp660. Target dekat untuk MAPA berada di Rp690–Rp705, mencerminkan potensi rebound yang relevan terhadap arah IHSG secara keseluruhan. Pembelajaran risiko juga diingatkan agar pengelolaan posisi dilakukan secara disiplin.
BREN dianjurkan untuk SPEC BUY dengan rentang pembelian Rp8.000–Rp8.175 dan cut di bawah Rp8.000. Target dekat berada di Rp8.500–Rp8.600, menggambarkan peluang teknikal yang selaras dengan momentum pasar yang lebih luas. Investor disarankan memonitor pergerakan harga secara teratur dan menyesuaikan level stop sesuai volatilitas harian.
BBCA masuk daftar analisa teknikal dengan area pembelian Rp7.400–Rp7.450, cut di bawah Rp7.350. Target terdekat berada di Rp7.575–Rp7.675, sesuai dengan gambaran pergerakan harga yang diharapkan. Sinyal ini melengkapi ekspektasi IHSG untuk mempertahankan tren positif dalam beberapa hari ke depan.
MDKA diulas dengan strategi Buy on Weakness, area belian Rp3.100–Rp3.130 dan cut di bawah Rp3.060. Target dekatnya sekitar Rp3.200–Rp3.230, menandai peluang rebound yang dapat mengangkat profil risiko-imbalan portofolio. Pelaku pasar disarankan untuk meneliti faktor fundamental seiring pergerakan teknikal berjalan.
ANTM diberi sinyal Buy jika harga menembus level Rp4.000, dengan target di Rp4.050–Rp4.100 dan stop loss di bawah Rp3.960. Breakout ini membentuk konstelasi sinyal yang konsisten dengan arah IHSG secara umum, asalkan volume perdagangan mendukung. Dalam konteks manajemen risiko, para trader disarankan untuk mengikuti rencana perdagangan yang telah ditetapkan.