IHSG Menguji Koreksi Terbatas dengan Sinyal Teknis Buy on Weakness pada BMRI, ACES, BBYB, dan GOTO

IHSG Menguji Koreksi Terbatas dengan Sinyal Teknis Buy on Weakness pada BMRI, ACES, BBYB, dan GOTO

Signal B/MRIBUY
Open4750
TP4940
SL4670
trading sekarang

IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Meski demikian, volume pembelian sesekali muncul, menunjukkan minat beli yang mencoba menahan penurunan. Dalam analisis teknikal versi Cetro Trading Insight, IHSG dipandang berada di ujung gelombang penurunan, menandai peluang bagi penurunan lebih lanjut jika support utama tertembus.

Riset MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada di akhir wave iv pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave a dari wave B pada label merah, menandai risiko koreksi lanjut. Target koreksi dekat diperkirakan berada di kisaran 7.245 hingga 7.447, sambil mempertimbangkan kemunculan gap yang perlu ditutup. Skenario lain menunjukkan IHSG juga bisa menguji level di sekitar 7.580–7.601 dalam jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG memiliki support di 7.488 dan 7.351, dengan resistance di 7.700 dan 7.861. Analisis ini konsisten dengan dinamika gelombang yang kerap menjadi acuan para trader. Pelaku pasar dianjurkan memantau reaksi harga terhadap level-level penting untuk mengatur eksposur risiko masing-masing posisi.

InstrumenOpenTPSLSinyalPairJenis
BMRI475049404670buyBMRIteknikal

ACES menguat 2,07 persen ke Rp394 dan tetap didominasi volume pembelian, berada di atas MA60. Secara teknikal ACES terlihat di akhir wave 5 dari wave 1, sehingga ada risiko koreksi pada wave berikutnya. Indikator ini memberi sinyal untuk mencari titik masuk yang lebih aman jika koreksi terjadi.

Buy on Weakness ACES berada di kisaran Rp368-Rp386, dengan peluang pembelian didukung momentum pembelian yang berlanjut. Target harga ACES dipatok di Rp406 dan Rp420, sedangkan stoploss disarankan di bawah Rp364 untuk membatasi kerugian jika pola pasar berubah arah.

BBYB menguat 2,42 persen ke Rp338, dengan volume pembelian juga meningkat. Secara teknikal BBYB berada pada bagian wave iv dari wave a dari wave B, menunjukkan peluang kenaikan tetap terbuka jika momentum tetap terkonfirmasi. Area Buy on Weakness BBYB berada di Rp306-Rp322, dengan target Rp360 dan Rp374 serta stoploss di bawah Rp302.

BMRI diperdagangkan mendekati Rp4.750 dan tetap didominasi pembelian, meski tertahan oleh MA200. Buy on Weakness pada BMRI disarankan di rentang Rp4.690-Rp4.730, dengan target di Rp4.830 dan Rp4.940 serta stoploss di bawah Rp4.670. Skema ini menawarkan peluang risk-reward yang menarik jika posisi dikelola dengan ketat.

GOTO bergerak flat di sekitar Rp56 namun tetap mendapat tekanan pembelian, dengan MA60 yang masih menjadi level pengawalan. Spec Buy pada GOTO berada di Rp54-Rp56, dengan target Rp59 dan Rp62 serta stoploss di bawah Rp53. Jika pola ini terkonfirmasi, kontribusi GOTO terhadap dinamika portofolio bisa menjadi sumber volatilitas tambahan dalam konteks IHSG hari itu.

Kombinasi sinyal-sinyal pada saham unggulan ini menggambarkan potensi bias positif bagi IHSG, asalkan aksi trading dilakukan dengan manajemen risiko yang tepat. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konfirmasi momentum dan kepatuhan pada level stoploss untuk menjaga kesehatan portofolio di tengah volatilitas pasar. Trader disarankan memanfaatkan peluang buy on weakness dengan cermat dan membatasi paparan di satu instrumen untuk menghindari risiko berlebih.

broker terbaik indonesia