IHSG akhirnya berbalik arah dan ditutup di level 8.141,85 pada penutupan sesi I, Kamis 5 Februari 2026, menunjukkan respons pasar yang tetap dinamis meski volatilitas masih tinggi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di 8.214,yakni tanda adanya momentum beli yang terbatas namun tetap ada minat trader pada saham-saham pilihan.
Pembukaan hari itu dibuka menguat di 8.154,60 dan sempat mempertahankan momentum sebelum bergerak berfluktuasi. Pergerakan tersebut mencerminkan kombinasi antara likuiditas pasar yang cukup tinggi dan perubahan sentimen investor terhadap sejumlah emiten utama di bursa domestik.
Total volume transaksi tercatat 18,99 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,94 triliun, menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi. Dari sisi partisipan, 348 saham menguat, 353 melemah, dan 257 stagnan, menunjukkan arus rotasi yang cukup aktif di sepanjang sesi tersebut.
| Top Gainers | Perubahan |
|---|---|
| KOCI | 33,77% |
| CTTH | 29,89% |
| NZIA | 27,74% |
| Top Losers | Perubahan |
|---|---|
| MORA | -14,93% |
| PIPA | -14,92% |
| SMIL | -14,86% |
Beberapa indeks utama masih berada di zona hijau sepanjang hari, seperti LQ45 yang naik 0,45 persen, IDX30 naik 0,93 persen, SRI-KEHATI naik 1,44 persen, JII naik 0,21 persen, sementara ISSI turun 0,46 persen. Hal ini mencerminkan pola rotasi antara saham berkapitalisasi besar dengan sektor-sektor yang lebih spesifik.
Sebagian besar sektor melanjutkan penguatan, terutama energi, transportasi, keuangan, dan sektor non siklikal. Sebaliknya, sektor teknologi, infrastruktur, bahan baku, kesehatan, industri, siklikal, dan properti berada di zona merah, menunjukkan tekanan jual yang relatif luas di beberapa tema saham.
Kinerja sektor ini memperlihatkan pola rotasi yang cukup dinamis di pasar saham Indonesia. Momen seperti ini sering diikuti oleh pergeseran kepentingan investor antara saham berbasiskan komoditas dan saham dengan ekspektasi pertumbuhan yang lebih tinggi, tergantung pada faktor eksternal dan likuiditas domestik.
Dalam konteks penilaian harian, indeks indeks utama seperti LQ45, IDX30, SRI-KEHATI, JII, dan ISSI memberi gambaran beragam; sebagian tetap berada di zona positif sedangkan yang lain menahan diri karena volatilitas yang masih ada. Dari sisi saham unggulan, tindakan pembeli terhadap KOCI, CTTH, NZIA menunjukkan pola minat terhadap emiten dengan fundamenta yang relatif solid meski pasar menilai risiko lebih tinggi di jangka pendek.
Secara umum, paparan IHSG hari ini menunjukkan peluang rotasi sektoral yang patut diamati para investor. Kunci utamanya adalah memetakan saham-saham yang masih menunjukkan daya tarik fundamental maupun teknikal dalam konteks volatilitas pasar yang sedang berlangsung. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini menyoroti pentingnya diversifikasi serta fokus pada saham-saham yang memiliki katalis positif yang berkelanjutan.
Analisis sinyal trading berdasarkan isi artikel ini bersifat umum dan tidak mengarah pada instrumen trading spesifik. Dengan demikian, sinyal yang dihasilkan adalah no karena tidak ada rekomendasi instrumen tunggal untuk dibeli atau dijual secara eksplisit dalam laporan ini. Investor disarankan untuk melakukan penilaian risiko lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Rasio risiko-imbalan yang diharapkan dalam kerangka umum pasar saham Indonesia biasanya mengacu pada minimal 1:1,5. Pembuat pasar seperti Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko dan profil risiko investor saat menimbang potensi pergerakan lebih lanjut di IHSG, terutama dalam menghadapi pergeseran sentimen yang dipicu oleh dinamika global maupun kebijakan domestik.