IHSG kembali menunjukkan tekanan besar pada perdagangan intraday Rabu, 4 Maret 2026. Data BEI menunjukkan 740 saham turun, hanya 52 yang naik dan 166 stagnan, sehingga indeks terpental dari levelnya. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menilai volatilitas tetap tinggi dan fokus pelaku pasar tertuju pada level teknikal kunci.
Secara teknikal, IHSG melewati MA-200 di area 7.952 poin. MA-200 kerap dipandang sebagai batas psikologis yang membentuk arah tren jangka menengah. Penembusan ini menandai peluang perubahan dinamika, meski belum berarti adanya pembalikan tren jangka pendek.
Posisi IHSG saat ini meningkatkan kemungkinan area 7.952 berubah fungsi dari support menjadi resistance. Level uji terdekat berada di 7.710 sebagai support minor, sementara 7.480 menjadi opsi berikut jika tekanan jual berlanjut. Kondisi ini membuat investor memprioritaskan konfirmasi close di atas/di bawah level kunci sebelum mengambil langkah besar.
Dari sisi momentum, MACD masih bergerak di area negatif dan histogramnya kembali melebar di zona merah. Belum terlihat sinyal bullish crossover yang mengisyaratkan pembalikan arah. Secara keseluruhan, indikator teknikal mendukung bias pelemahan dalam jangka pendek.
Analisis pola harga menunjukkan adanya lower high setelah rebound sebelumnya, menandakan pelemahan momentum di pasar. Breakdown harga terjadi dengan tekanan jual yang relatif agresif, menandakan bahwa tren minor uptrend yang sempat ada telah patah. Pelaku pasar perlu mengonfirmasi arah melalui close harian dan pergerakan volume.
Kabar dari pasar regional turut memperluas risiko bagi IHSG. Riset MNC Sekuritas menunjukkan IHSG berada dalam fase downtrend dengan fokus pada area 7.621–7.686 sebagai target menengah. Jika level 7.481 tertembus, skenario terburuk bisa membawa IHSG ke kisaran 7.140–7.265.