Kawasan IHSG, indeks utama Bursa Efek Indonesia, mengalami penurunan tajam pada pembukaan Jumat ini, menandai berakhirnya rebound teknikal yang sempat terlihat kemarin. Penurunan tersebut memperkuat tekanan pada sentimen investor yang sudah rapuh. IHSG tercatat turun 1,66% ke level 7.582,61 pada pukul 09.52 WIB.
Tekanan datang dari gabungan sentimen negatif, termasuk gejolak di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap outlook kredit Indonesia. Nilai transaksi tercatat Rp4,96 triliun dengan volume perdagangan 9,88 miliar saham. Secara umum, 536 saham melemah, 131 menguat, dan 291 saham stagnan.
Analisis dari BRI Danareksa menunjukkan rebound Kamis lalu bersifat teknikal dan cenderung terbatas, sering disebut dead cat bounce, karena tren koreksi utama masih berlangsung. Pasar juga memonitor level teknikal penting, dengan support sekitar 7.500 dan resistance di kisaran 7.825–7.955. Selama IHSG belum mampu menembus resistance 7.955, pergerakan cenderung terbatas dengan kecenderungan melemah.
Di tengah gejolak geopolitik global, permintaan energi menjadi katalis utama bagi pergerakan IHSG. Konflik di Timur Tengah melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkatkan kekhawatiran pasokan energi dunia. Laporan BRI Danareksa menyoroti kebijakan China yang membatasi kontrak ekspor solar dan bensin, serta meninjau pengiriman, berpotensi mengurangi ekspor bahan bakar dan memperketat pasokan regional.
Dinamika ini mendorong investor untuk mengambil posisi lebih defensif, sehingga arus ke aset safe haven meningkat. Sentimen risk-off ini juga mendorong volatilitas pada pasar global dan mempengaruhi keputusan alokasi dana di pasar saham. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa respons kebijakan global akan menentukan arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan.
Dari sisi teknikal, IHSG berada di jalur menuju level-level penting: support di 7.500 dan resistance di 7.825–7.955. Jika IHSG tidak menembus 7.955, tren penurunan bisa berlanjut dalam beberapa sesi. Sesuai sinyal yang dirumuskan, posisi jual dianjurkan dengan open di 7.582,61, stop loss di 7.722,61 dan take profit di 7.372,61, memberikan risiko-imbalan sekitar 1 banding 1,5.