Tekanan jual asing membayangi perdagangan saham domestik sepanjang minggu ini, menambah volatilitas yang sudah ada. Investor global tampak berhati-hati akibat dinamika geopolitik dan penurunan outlook ekonomi tertentu. Hasilnya, IHSG turun tajam sebesar 7,89% menjadi 7.585,69 poin, menunjukkan bahwa sentimen risiko sedang membebani pasar lokal.
Data BEI mencatat arus keluar bersih dari investor asing mencapai sekitar Rp2,48 triliun di pasar reguler. Jualan bersih ini memperberat tekanan pada beberapa saham unggulan, terutama di sektor perbankan dan energi. Meski demikian, ada beberapa emiten yang tetap bertahan dengan sebagian kecil aksi beli, menandakan adanya segmentasi minat investor yang berbeda.
Saham-saham penting menunjukkan pola penurunan meskipun ada dinamika berbeda di beberapa sektor. BBCA menjadi saham bank yang paling banyak dilepas asing dengan net sell sekitar Rp707,31 miliar dan turun 2,44% ke Rp7.000 per lembar. Sementara Medco Energi Internasional MEDC justru naik 2,32% seiring kenaikan harga minyak mentah di tengah konflik Timur Tengah, mengilustrasikan perbedaan reaksi antar sektor.
Tekanan juga terlihat pada bank milik negara. BBRI mencatat net sell asing sebesar Rp492,21 miliar dengan penurunan harga sekitar 6,14% sepanjang pekan. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana sentimen risiko mempengaruhi likuiditas saham besar di sektor keuangan.
Selain itu, BBNI dilepas asing sebesar Rp459,39 miliar dan turun 2,95% mingguan, diikuti Bank Mandiri BMRI dengan net sell sekitar Rp241,58 miliar serta penurunan 5,59%. Pergerakan pasar yang didorong oleh dinamika global menambah tekanan pada sektor perbankan Indonesia yang sudah rapuh beberapa kuartal terakhir.
Sektor tambang dan energi juga tidak luput dari aksi jual. Emiten nikel INCO dilepas asing Rp228,05 miliar dan anjlok 21,52% dalam pekan ini, memperlihatkan respons investor terhadap faktor komoditas. ANTM turun 7,13% menyusul penjualan bersih Rp179,97 miliar, sementara ELSA diperdagangan di Rp850 per saham setelah sempat menyentuh Rp1.050, disokong oleh kenaikan minyak; EMAS juga dicatat net sell Rp137,52 miliar. Secara keseluruhan, tekanan pada IHSG terlihat jelas karena arus keluar yang besar.