
IHSG ditutup di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini, turun 63,78 poin atau 0,92 persen ke level 6.905,62. Penutupan ini mencerminkan dinamika pasar yang berfluktuasi di tengah sentimen global yang masih berat. Investor tampaknya menimbang peluang rebound setelah pelayaran volatilitas dalam beberapa sesi terakhir.
MNC Sekuritas merilis riset pada Senin (11/5/2026) yang menilai IHSG masih berada dalam struktur gelombang, tepatnya wave [v] dari wave A dari wave (2). Analisa ini menegaskan bahwa fase koreksi jangka pendek belum selesai dan arah pergerakan masih teknikal dipengaruhi pola gelombang. Kondisi ini membuat eksekutif pasar memperhatikan level-level kunci dalam beberapa hari ke depan.
Skema terburuk menunjuk pada koreksi menuju rentang 6.645-6.838, meski potensi pemulihan bisa menguji kembali 6.972-7.012. Pada saat bersamaan IHSG mendapatkan titik aman di level 6.838 dan 6.745 sebagai support utama, sementara resistensi berada di 7.069 dan 7.207. Skema risiko ini menuntut kehati-hatian namun juga peluang bagi pelaku pasar yang siap memanfaatkan peluang teknikal.
Di antara saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas, ANTM menguat 1,93 persen menjadi Rp3.700 dengan volume pembelian yang terlihat menambah tekanan positif. Secara teknikal, ANTM diduga berada di awal wave C dari wave (C) yang memberikan sinyal continuation pattern. Rekomendasi Buy on Weakness diberi kisaran masuk Rp3.640-3.700, dengan ekspektasi target Rp3.890 dan Rp4.110 serta stoploss di bawah Rp3.530.
KLBF diperdagangkan di sekitar Rp890 setelah terkoreksi 3,26 persen, dengan tekanan jual yang konsisten dan koreksi berada di bawah MA20. Secara pola, posisi KLBF diduga sedang berada pada bagian 4 dari wave 4 dari wave [Y], sehingga peluang Trading Buy tetap relevan. Entry disarankan di Rp870-880 dengan target Rp970 dan Rp1.010 serta stoploss di bawah Rp850.
MDKA menguat 3,24 persen menjadi Rp2.870 dan permintaan beli terlihat meningkat. Diperkirakan MDKA berada di bagian c dari wave [iii] dari wave C. Buy on Weakness dipasang pada kisaran Rp2.500-2.730, dengan target Rp2.980 dan Rp3.100 serta stoploss di bawah Rp2.450. PTRO terkoreksi 2,57 persen ke Rp4.920, meski dominasi tekanan jual lalu mengecil, menunjukkan akhir wave B dalam pola [B]. Buy on Weakness di Rp4.530-4.850 dengan target Rp5.575 dan Rp6.675 serta stoploss di bawah Rp4.130.
Implikasi bagi investor adalah bahwa meskipun IHSG menutup merah, analisa teknikal tetap menunjukkan peluang pada saham-saham rekomendasi. Hal ini menuntut pemahaman terhadap dinamika wave, level dukung-tahan, serta manajemen risiko yang disiplin. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konfirmasi sinyal melalui volume dan pergerakan harga untuk mengoptimalkan peluang masuk posisi.
Strategi perdagangan yang direkomendasikan mencakup eksekusi entry sekitar level pembukaan IHSG dan menargetkan resistance terdekat di kisaran 7.207, dengan catatan memperhatikan skenario koreksi yang lebih besar. Rasio potensi keuntungan terhadap risiko sebaiknya minimal 1 banding 1,5, dengan stop di bawah level support utama dan target di level resistance yang lebih tinggi. Sinyal keseluruhan pada analisis ini cenderung bullish, namun tetap perlu manajemen risiko yang ketat.
Rencana ini bisa dijalankan secara sinergis dengan portofolio saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas, sambil terus mengikuti perkembangan IHSG dan dinamika teknikal pada saham-saham pilihan. Laporan ini dibuat oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami, dengan fokus pada edukasi pasar yang praktis. Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan analisis, pantau konten kami secara rutin.